Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

DINAS Kesehatan kota Tasikmalaya menemukan 30 orang positif campak berdasarkan pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus penyakit tersebut, ditemukan awal Januari hingga Maret dan kini semua pasien sudah sembuh setelah sempat mendapat perawatan intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, kasus campak di wilayahnya sejak Januari hingga Maret menemukan 100 kasus suspek dan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat tercatat 30 orang anak positif campak. Para pasien itu sempat mendapat perawatan di RSUD Dr Soekardjo dan tidak ada kematian.

“Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya telah menemukan 30 orang anak positif tertular penyakit campak dari hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Awalnya anak memeriksakan ke pelayanan kesehatan Puskesmas dan menemukan dugaan 100 kasus suspek hingga petugas kesehatan ambil sampel hingga dikirim laboratorium hasilnya ditemukan 30 orang positif,” ujarnya, Senin (30/3/2026)

BACA JUGA  Kemenkes Waspadai Campak di Pengungsian Bencana

Imunisasi

Menurutnya, kasus penyakit campak di Kota Tasikmalaya tidak sampai menyebar. Namun untuk menghindari penularan dan mencegahnya masyarakat harus diminta melakukan imunisasi (PD3I).

“Kami dari Dinas Kesehatan terus gencar melakukan vaksin campak dengan sasaran lebih dari 6 ribu orang balita selama Januari hingga Juli. Bagi para ibu yang memiliki balita supaya memeriksakan anak mereka agar penyakit campak dapat dicegah,” katanya.

Menurut Asep, penyakit campak yang terjadi di berbagai daerah menjadi tantangan bagi Dinkes dalam melakukan edukasi. Di samping itu mereka juga berupaya memperbanyak capaian imunisasi untuk anak dan melakukan investigasi, penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel darah pada pasien.

Cegah penularan

“Kami berharap agar tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan bisa memperketat gejala inpeksi yang muncul mulai batuk, demam, flu, mata merah yang keluar bintik merah dari tubuh supaya segera mendapat perawatan secara intensif.”

BACA JUGA  Paslon Cecep-Asep Raup 52,45 persen Suara pada PSU Tasikmalaya

“Para pasien yang bergejala untuk sementara diimbau tidak bergabung dulu dengan keluarga, terutama dengan anak sehat. Selain itu mereka makan makanan bergizi dan meningkatkan pola hidup bersih, serta senantiasa cuci tangan,” pungkasnya. (Yay/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sudahi Paraguay, Prancis Ditantang Maroko di Perempat Final

PRANCIS sukses melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 sesudah meredam perlawanan  Paraguay 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, Minggu. Kylian Mbappe…

Sukses Lewati Ujian Tanjung Verde, Argentina Ditantang Mesir di Babak 16 Besar

ARGENTINA berhasil melaju ke babak 16 Besar Piala Dunia menyingkirkan Tanjung Verde setelah menang 3-2  di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, Sabtu WIB. Meski begitu kemenangan itu tidak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sudahi Paraguay, Prancis Ditantang Maroko di Perempat Final

  • July 5, 2026
Sudahi Paraguay, Prancis Ditantang Maroko di Perempat Final

Persib dan Grey Art Gallery Hasilkan Positive Movement Sabtu Bersama Ayah

  • July 4, 2026
Persib dan Grey Art Gallery Hasilkan Positive Movement Sabtu Bersama Ayah

Sukses Lewati Ujian Tanjung Verde, Argentina Ditantang Mesir di Babak 16 Besar

  • July 4, 2026
Sukses Lewati Ujian Tanjung Verde, Argentina Ditantang Mesir di Babak 16 Besar

Pertamina Pasok 9,3 Juta Liter Avtur Selama Periode Haji untuk Solo-Jogja

  • July 4, 2026
Pertamina Pasok 9,3 Juta Liter Avtur Selama Periode Haji untuk Solo-Jogja

Peduli Kesehatan Mental, Fapet UGM Gelar Psychological First Aid

  • July 4, 2026
Peduli Kesehatan Mental, Fapet UGM Gelar Psychological First Aid

Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa

  • July 4, 2026
Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa