
UNIVERSITAS Gadjah Mada kembali mencatat hasil positif dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 yang dirilis pada 25 Maret 2026.
Pemeringkatan itu mencakup 55 bidang ilmu yang dikelompokkan dalam lima bidang besar. UGM menunjukkan peningkatan posisi pada empat bidang utama, yaitu Arts & Humanities, Social Sciences & Management, Engineering & Technology, serta Life Sciences & Medicine.
Sementara itu, posisi pada bidang Natural Sciences berhasil dipertahankan.
Peningkatan kualitas akademik
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D, menyampaikan bahwa keberhasilan menempatkan 28 bidang ilmu dalam pemeringkatan menjadi indikator penting bagi konsistensi peningkatan kualitas akademik.
Ia menjelaskan bahwa jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 27 bidang ilmu. Menurutnya, tren positif ini mencerminkan upaya berkelanjutan dalam memperkuat reputasi global di berbagai bidang keilmuan.
“Hasil ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan dan riset berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap pengakuan internasional, yang tentu tidak terlepas dari kontribusi seluruh sivitas akademika,” ujarnya, Kamis (26/3).
Terarah dan berkelanjutan
Lebih lanjut, Ova berujar bahwa sejumlah bidang unggulan berhasil menembus peringkat dunia yang kompetitif. Ia menyebut bidang Theology yang masuk dalam 45 besar dunia sebagai posisi yang sangat strategis.
Selain itu, ia mengatakan bahwa Anthropology dan Development Studies berhasil menempati kelompok 100 besar dunia.
“Penguatan pada bidang-bidang ini mencerminkan kualitas keilmuan yang semakin diakui secara global dan menunjukkan bahwa pengembangan akademik dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” tutur Rektor.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah bidang lain menunjukkan performa yang stabil di tingkat global.
Perkuat jejaring internasional
Ova menyampaikan bahwa Geography berada pada peringkat 101–150 dunia, diikuti berbagai bidang seperti Agriculture & Forestry, Archaeology, English Language & Literature, History, Modern Languages, Law, serta Politics & International Studies pada kelompok 151–200 dunia.
“Sebaran posisi ini memperlihatkan kekuatan multidisiplin yang terus berkembang dan menjadi fondasi penting dalam mendorong kontribusi akademik di tingkat global,” jelasnya.
Ova menegaskan komitmen UGM dalam menjaga keberlanjutan hasil ini. Ia menjelaskan bahwa peningkatan reputasi akademik, penguatan dampak penelitian, serta perluasan kolaborasi internasional menjadi fokus utama ke depan.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kualitas riset dan jejaring kolaborasi internasional agar peran UGM semakin relevan dalam menjawab berbagai persoalan global melalui pendekatan multidisiplin,” katanya. (AGT/M-01)








