
KEMENTERIAN Perhubungan mencatat jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum naik 8,58 persen dibandingkan mudik Lebaran tahun lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Ernita Titis Dewi dalam keterangannya, Senin.
“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi masih tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujarnya
Menurutnya jumlah penumpang angkutan umum sejak H-8 hingga hari H Lebaran mencapai 10.887.584 orang. Jumlah itu naik sebesar 8,58 persen dibandingkan 2025 yang sebanyak 10.027.482 orang.
Adapun, distribusi kumulatif per moda meliputi kereta api sebanyak 3.349.343 orang, angkutan udara sebanyak 2.397.192 orang, angkutan penyeberangan sebanyak 2.664.004 orang, angkutan bus sebanyak 1.693.931 orang dan angkutan laut sebanyak 783.114 orang.
Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga terpantau di sejumlah simpul transportasi. Pada hari H Lebaran, kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat sebanyak 193.237 unit, sementara kendaraan yang masuk mencapai 122.074 unit.
Total pergerakan kendaraan keluar dan masuk pada gerbang tol Jabodetabek tercatat sebanyak 380.753 unit, dan pada gerbang tol non-Jabodetabek sebanyak 353.546 unit.
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Selasa (24/3) atau H+3 Lebaran. (*/N-01)






