
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mulai mencairkan uang kompensasi bagi sekitar 3000 ribu supir angkot, becak, dan andong yang totalnya mencapai Rp6,9 miliar.
Kompensasi diberikan sebagai pengganti pemasukan mereka selama tidak beroperasional saat arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
“Saya sudah cek Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Jabar, seluruh uangnya sudah mulai terdistribusi,” terang Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, kompensasi diberikan kepada sopir yang beroperasional di Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, Padalarang, Lembang dan Kota Bandung.
Diliburkan
Beberapa di antara sopir itu diliburkan sebelum Idulfitri, sedangkan yang lainnya sesudah Idulfitri 2026.
“Kita pertimbangkan sopir diliburkan bukan hanya arus mudik, tetapi juga arus wisata setelah hari raya,” terangnya.
Selain menyiapkan uang kompensasi, kata Dedi, pemprov juga menyiapkan layanan kesehatan untuk masyarakat selama arus mudik dan balik Idulfitri.
Layanan itu berupa mobil Mercy operasional gubernur yang telah direnovasi menjadi mobil untuk layanan kesehatan darurat di tol Cipali.
Layanan kesehatan
Inovasi ini terinspirasi dari kejadian warga melahirkan di pinggir jalan tol. Dengan adanya kendaraan tersebut, Pemprov Jabar bisa memberikan layanan kesehatan lebih layak.
“Hari ini akan diluncurkan ke tol Cipali sehingga nanti kalau ada melahirkan di jalan, melahirkan di Mercy, jangan lagi di pinggir jalan,” tandasnya
Gubernur juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghargai petugas yang ada di lapangan ketika bertugas. Ia pun mengapresiasi para petugas kebersihan yang bekerja saat masyarakat merayakan Idulfitri.
“Begitu juga kepada petugas kebersihan saya mengucapkan selamat ya, terima kasih. Mereka adalah bagian penting ketika orang salat Eid, dia memungut sampah. Hatur nuhun,” sambungnya.(zahra/A-01)






