
MENJELANG Idulfitri 2026, Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan pasokan energi di wilayah Semarang Raya yang meliputi Kabupaten Semarang, Semarang, dan Salatiga.
Melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI), perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus mengakomodasi potensi lonjakan konsumsi selama Ramadan hingga arus mudik dan balik Lebaran.
General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah–DIY, Fanda Chrismianto, mengatakan pihaknya telah meningkatkan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di sejumlah terminal utama.
“Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode RAFI 2026, kami telah meningkatkan stok BBM dan LPG sekitar 15 hingga 20 persen. Peningkatan stok ini dilakukan di sejumlah terminal suplai utama agar distribusi tetap lancar selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Fanda.
Perkuat Terminal Suplai Energi
Peningkatan stok dilakukan di beberapa titik suplai utama, di antaranya Terminal BBM Pengapon di Semarang serta Terminal BBM Boyolali di Boyolali.
Selain itu, distribusi LPG juga diperkuat melalui sejumlah supply point seperti Terminal LPG Opsico, Terminal Temporary Hema Rembang, serta Terminal Temporary Pelindo.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi energi tetap stabil selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Konsumsi BBM Diprediksi Meningkat
Berdasarkan proyeksi Satgas RAFI, konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan mengalami peningkatan cukup signifikan selama periode tersebut.
Di Kabupaten Semarang, konsumsi gasoline diproyeksikan naik sekitar 18 persen, dari rata-rata normal harian 415,03 kiloliter menjadi 489,74 kiloliter per hari.
Sementara di Semarang, konsumsi diperkirakan meningkat dari 1.042,77 kiloliter menjadi 1.230,47 kiloliter per hari. Adapun di Salatiga, konsumsi gasoline diprediksi naik dari 130,7 kiloliter menjadi sekitar 154,24 kiloliter per hari.
Sebaliknya, konsumsi BBM jenis gasoil atau solar diprediksi mengalami penurunan sekitar enam persen.
Di Kota Salatiga, konsumsi solar diperkirakan turun dari 63,8 kiloliter menjadi 59,98 kiloliter per hari. Di Kabupaten Semarang, konsumsi diproyeksikan turun dari 353,6 kiloliter menjadi 332,46 kiloliter per hari, sedangkan di Kota Semarang diperkirakan turun dari 580,7 kiloliter menjadi sekitar 545,87 kiloliter per hari.
Sudah terpola
Menurut Fanda, kondisi tersebut merupakan pola yang umum terjadi selama musim mudik Lebaran.
“Peningkatan konsumsi gasoline biasanya terjadi karena mobilitas masyarakat meningkat saat mudik. Sementara penggunaan solar cenderung menurun karena aktivitas logistik dan industri relatif berkurang selama masa libur panjang,” jelasnya.
Permintaan LPG Rumah Tangga Ikut Naik
Selain BBM, konsumsi LPG rumah tangga juga diperkirakan meningkat selama Ramadan dan Idulfitri.
Di Kabupaten Semarang, konsumsi LPG diproyeksikan naik sekitar 10,44 persen, dari rata-rata 52.510 tabung menjadi 57.992 tabung per hari.
Di Kota Semarang, konsumsi diperkirakan meningkat 10,43 persen, dari 89.518 tabung menjadi sekitar 98.855 tabung per hari.
Sementara di Kota Salatiga diprediksi naik 10,27 persen, dari 11.357 tabung menjadi sekitar 12.523 tabung per hari.
“Selama Ramadan hingga Lebaran, biasanya konsumsi LPG rumah tangga meningkat karena aktivitas memasak masyarakat juga bertambah. Karena itu kami telah mengantisipasi dengan menambah pasokan serta menyiapkan jaringan distribusi tambahan,” ujar Fanda.
Siapkan Layanan Pertamina Siaga
Untuk memastikan pelayanan tetap optimal, Pertamina juga menyiapkan berbagai layanan tambahan melalui program Pertamina Siaga.
Layanan tersebut meliputi Pertamina Delivery Service (PDS) agen LPG sebanyak:
13 unit di Kota Semarang
19 unit di Kabupaten Semarang
4 unit di Kota Salatiga
Selain itu, disiagakan pula agen LPG Siaga yang terdiri dari:
32 agen di Kabupaten Semarang
70 agen di Kota Semarang
10 agen di Kota Salatiga
Layanan tambahan lainnya mencakup satu unit modular di Kota Salatiga serta layanan motoris pengantar BBM sebanyak tiga unit di Kabupaten Semarang dan dua unit di Kota Semarang.
Pertamina juga menyiapkan SPBU Siaga yang tersebar di berbagai wilayah, yakni:
26 SPBU di Kabupaten Semarang
18 SPBU di Kota Semarang
6 SPBU di Kota Salatiga
Antisipasi
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di jalur mudik, Pertamina juga menyiapkan SPBU Kantong, masing-masing dua unit di Kabupaten Semarang dan satu unit di Kota Salatiga.
Di Kota Semarang juga disediakan dua unit Mini Serambi MyPertamina yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai fasilitas tambahan selama perjalanan mudik.
Fanda menegaskan seluruh kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami memastikan distribusi energi berjalan aman dan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG selama Ramadan hingga Lebaran,” pungkasnya.(Htm/A-02)






