
HUBUNGAN Spanyol dengan Amerika Serikat dan sekutu dekatnya Israel semakin meruncing. Setelah menolak pangkalannya dijadikan landasaran pesawat-pesawat AS untuk menyerang Iran yang membuat Donald Trump berang, terbaru Pemerintah Spanyol mengumumkan penarikan duta besarnya dari Israel.
“Atas usulan Menteri Luar Negeri, Uni Eropa dan Kerja Sama, dan setelah pertimbangan oleh Dewan Menteri pada pertemuannya pada 10 Maret, dengan ini saya memerintahkan pengakhiran penunjukan Ibu Ana María Sálomon Pérez sebagai Duta Besar Spanyol untuk Negara Israel,” demikian pengumuman pemerintah Spanyol.
Spanyol memang menentang keras aksi genosida Israel di Gaza dan perang terhadap Iran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Kini setelah tidak lagi punya duta besar, Kedutaan Besar Spanyol di Israel akan dipimpin oleh seorang kuasa usaha.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, adalah salah satu dari sedikit pemimpin sayap kiri di Eropa yang mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran. Sanchez mengatakan serangan itu “tidak dapat dibenarkan” dan mengatakan bahwa posisi Madrid adalah “tidak untuk perang”.
Pemerintah Sanchez juga merupakan salah satu dari negara Eropa yang mengutuk tindakan Israel di Gaza. Pada Oktober tahun lalu, parlemen Spanyol menyetujui pengesahan undang-undang embargo senjata total terhadap Israel, yang secara permanen melarang penjualan senjata, teknologi dan peralatan militer sebagai tanggapan terhadap genosida. (*/N-01








