Celah Kecil dalam Exhuma yang bisa Buat Penonton Bertanya

BAGI para pengemar film horor, Exhuma memang berbeda. Tidak seperti kebanyakan film horor, tidak ada jump scare ataupun kesadisan penuh darah dalam Exhuma.

Kendati demikian, film asal Korea itu tetap bisa buat penonton merinding. Sutradara sekaligus penulis naskah Jang Jae-hyun, memang berusaha memamerkan penceritaan yang slow burn demi membangun perasaan tak nyaman bagi penonton.

Ia nampak berusaha menyeimbangkan narasi, pengenalan, serta pendalaman para pemain. Film pun dibagi beberapa babak layaknya novel.

Film diawali dengan mimpi buruk yang dialami sebuah keluarga kaya raya yang tinggal di Amerika Serikat. Ketegangan pun langsung terbangun.

Aksi seorang cenayang atau dukun Kim Go-eun yang didatangkan langsung dari Korea seperti sukses mengakhiri teror aneh tersebut dengan cepat.

BACA JUGA  29 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Jeju Air

Namun siapa sangka bahwa hal itu merupakan babak baru dalam teror tersebut. Terutama setelah keluarga kaya raya tersebut mengungkapkan hal-hal yang mereka sembunyikan selama ini.

Film pun memasukkan sejarah imperialisme Jepang di Semenanjung Korea. Hal itu muncul setelah penggalian kubur kakek dari keluarga kaya tersebut.

Dari sini segala hal yang ditutupi keluarga kaya raya itu mulai terungkap. Tapi, tak semuanya dibuka secara gamblang, Begitu banyak lapisan simbolisme atas kebudayaan atau kepercayaan Korea, yang saat itu belum terbelah, dan juga Jepang disisipkan.

Sehingga, simbol-simbol tersebut mungkin tak bisa dengan mudah dicerna atau dimengerti langsung oleh semua penonton. Di bagian ini yang kemudian memicu catatan untuk film tersebut.

BACA JUGA  The Dark Nuns: Film Horor yang Mengandalkan Kebintangan Song Hye-kyo

Sutradara memang berusaha keras menjelaskannya kepada penonton. Sayangnya penjelasan itu dilakukan dengan begitu cepat. Alhasil penonton pun seperti dipaksa untuk memahami sendiri begitu banyak permasalahan yang muncul sedari awal, dan akar dari problem tersebut.

Selain itu, kekuatan mistis yang dibangun sejak awal seperti lenyap begitu dan berganti kekuatan jahat lain yang justru menjadi kekuatan utama dan pusat dari segala misteri. Bukan itu saja, beberapa karakter pun lenyap begitu saja tanpa ada penjelasan. Padahal mereka merupakan bagian dari cerita.

Terlepas dari celah tersebut, secara keseluruhan film Exhuma laya untuk ditonton. Setidaknya mereka menyajikan paradigma baru dalam film horor. Namun untuk benar-benar memahami film tersebut, ada baiknya penonton melihat dua kali. (N-1)

BACA JUGA  Serial "Ellyas Pical" bangkitkan gairah tinju era '80-an

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pangkas Risiko Demensia dengan Melakukan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 55,2 juta penderita demensia berbagai tipe di seluruh dunia pada 2019. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan menuanya populasi dunia, jumlah penderita alzheimer dan…

Senyawa Kunyit Berpotensi Jadi Anti-Depresi

MAHASISWA Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti potensi kurkumin, senyawa bioaktif dalam kunyit (Curcuma longa), sebagai kandidat pengembangan antidepresan. Penelitian itu dilakukan melalui pendekatan komputasi biologi. Adapun hasil analisis menunjukkan bahwa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

  • October 28, 2026

Demi Keadilan, Jumlah Pemain Asiang di League Cup Dibatasi

  • October 28, 2026
Demi Keadilan, Jumlah Pemain Asiang di League Cup Dibatasi

Lulusan S2 UGM Diharap Bisa Berkontribusi Bagi Masyarakat

  • October 28, 2026
Lulusan S2 UGM Diharap Bisa Berkontribusi Bagi Masyarakat

Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

  • October 28, 2026
Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak