
AKTOR serial Grey’s Anatomy dan Euphoria, Eric Dane, meninggal dunia pada Kamis (19/2), kurang dari satu tahun setelah mengumumkan dirinya didiagnosis ALS atau penyakit Lou Gehrig, yakni penyakit sistem saraf yang bersifat fatal.
Dalam sebuah wawancara untuk serial Netflix Famous Last Words, Dane mengaku tidak percaya pada kehidupan setelah kematian.
“Saya pikir ketika lampu padam, semuanya selesai,” ujarnya. “Saya percaya bahwa ketika kita tertidur atau bagaimana pun kita pergi, saat kita sudah tiada, maka semuanya benar-benar berakhir.”
Dalam wawancara tersebut, Dane juga berharap kedua putrinya, Billie dan Georgia, akan mengingat dirinya sebagai sosok ayah yang hadir dalam kehidupan mereka. Ia kerap menghadiri pertandingan voli pantai dan resital tari anak-anaknya. Bahkan, ia berseloroh telah menonton pertunjukan “The Nutcracker” berkali-kali dan menyebutnya, “pertunjukan yang terasa sangat panjang.”
ALS Picu Perhatian Publik
Kepergian Eric Dane memicu kembali perhatian publik terhadap kecepatan dan tingkat keparahan penyakit ALS.
ALS, atau amyotrophic lateral sclerosis, yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, merupakan penyakit progresif dan mematikan. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan secara bertahap melumpuhkan tubuh.
Menurut ALS Association, sekitar 5.000 orang di Amerika Serikat didiagnosis ALS setiap tahun. Namun, rata-rata harapan hidup penderita hanya berkisar dua hingga lima tahun setelah diagnosis.
Dane, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Dr. Mark “McSteamy” Sloan dalam “Grey’s Anatomy”, mengumumkan diagnosisnya pada April 2025. Dalam wawancara dengan “Good Morning America” pada Juni 2025, ia mengungkapkan gejala awal berupa kelemahan ringan pada tangan kanannya.
“Saya awalnya tidak terlalu memikirkannya. Saya kira mungkin terlalu banyak mengetik pesan atau tangan saya lelah. Tetapi beberapa minggu kemudian, saya menyadari kondisinya semakin memburuk,” katanya.
“Saya berjuang semampu saya. Banyak hal dari penyakit ini yang berada di luar kendali saya,” tambahnya.
Penyakit Progresif yang Melumpuhkan
ALS adalah penyakit progresif yang menyebabkan otak kehilangan koneksi dengan otot-otot tubuh. Kondisi ini secara perlahan menghilangkan kemampuan seseorang untuk berjalan, berbicara, makan, berpakaian, menulis, menelan, hingga akhirnya bernapas.
Gejala awal umumnya meliputi kelemahan otot, kekakuan, dan kram. Perkembangan serta tingkat keparahan gejala berbeda pada setiap penderita, karena tidak ada satu garis waktu yang pasti untuk ALS.
Penyakit ini hanya menyerang neuron motorik yang mengontrol gerakan sadar. Lima indera penglihatan, sentuhan, pendengaran, perasa, dan penciuman tidak terdampak. Demikian pula dengan otot mata dan kontrol kandung kemih yang umumnya tetap berfungsi. (*/S-01)






