
INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) kembali menggelar Character Development Training (CDT) Tahap 2 bagi mahasiswa baru angkatan 2025. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB ini berlangsung di Kampus ITB Jatinangor, Minggu (15/2), sebagai bagian dari pembentukan karakter unggul mahasiswa melalui tiga nilai utama: Adaptif, Integritas, dan Rendah Hati (AIR).
Humas CDT ITB 2025, Fitra Aulia Hariafiah, menjelaskan bahwa program ini merupakan rangkaian penyambutan mahasiswa baru yang telah dimulai sejak pertengahan 2025. “CDT ITB 2025 diselenggarakan untuk membangun karakter AIR pada mahasiswa angkatan 2025,” ujarnya.
Menurut Fitra, pemilihan nilai AIR selaras dengan visi ITB dalam mencetak lulusan berkarakter unggul, tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan beradaptasi di berbagai situasi.
Kegiatan untuk bekal perkuliahan
Ketua Panitia CDT ITB 2025, Agung Imansyah, menyebutkan kegiatan ini dirancang dalam format pelatihan per kelas dengan melibatkan 40 panitia inti, 40 panitia lapangan, serta 257 peserta (trainee). “Kami berharap pengalaman dan nilai-nilai dari kakak tingkat dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani perkuliahan hingga lulus nanti,” katanya.
Kepala Seksi Pendidikan Karakter Mahasiswa ITB, Nannan Hendayana, menambahkan rangkaian CDT diawali dengan Training for Trainers (TFT) Day 1, 2, dan 3, kemudian dilanjutkan CDT Tahap 1 pada 23 Agustus 2025 di awal semester ganjil. Program ini melibatkan mahasiswa baru, alumni, serta dosen dalam diskusi dan perencanaan kegiatan kemahasiswaan.
“Terkhusus di CDT, kami menekankan nilai adaptif. Harapannya, lulusan ITB mampu beradaptasi dan tetap berintegritas di mana pun mereka berkarya,” ujarnya.
CDT tahap 2 belajar identifikasi masalah
Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Karakter Mahasiswa ITB, Pipit Fitriani, menjelaskan bahwa pada tahap pertama, para trainer fokus membantu mahasiswa baru bertransisi dari jenjang sekolah ke perkuliahan melalui diskusi, identifikasi persoalan, serta pemecahan masalah. Puncak kegiatan adalah CDT Tahap 2 yang disertai CDT Carnival sebagai simbol momentum transisi.
Menanggapi isu kesehatan mental yang marak di kalangan mahasiswa, pihak penyelenggara menegaskan komitmen ITB dalam aspek pencegahan. CDT disebut menjadi salah satu upaya preventif yang dilakukan kampus.
“Mahasiswa mengikuti asesmen kesehatan mental sebagai langkah preventif. Kami juga memberikan psikoedukasi bagi mahasiswa dan orang tua agar siap menghadapi tantangan terkait kesehatan mental,” jelasnya.
Pipit menegaskan, ITB juga membekali para trainer untuk memantau dan mendampingi mahasiswa baru selama masa perkuliahan.
Dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan pelatihan karakter, diskusi intensif, dan perhatian terhadap kesehatan mental, ITB berharap mahasiswa angkatan 2025 tumbuh menjadi lulusan yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan masyarakat. (Rava/S-01)






