Pemerintah Dorong Konsorsium Riset Genomik Nasional

PENGEMBANGAN riset genomik di Indonesia memasuki babak baru melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Langkah ini bertujuan mengintegrasikan infrastruktur dan data guna mempercepat implementasi kedokteran presisi di Tanah Air.

Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Brian Yuliarto menegaskan riset genomik merupakan kerja multidisiplin yang tidak dapat dilakukan secara parsial. Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong pembentukan Konsorsium Riset Genomik Nasional.

“Konsorsium ini menjadi platform strategis yang menghubungkan perguruan tinggi, lembaga riset, rumah sakit pendidikan, hingga mitra industri,” ujar Brian saat menghadiri forum komunikasi strategis nasional bertajuk BGSI Ecosystem Roadshow di Auditorium Leimena, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung konsorsium melalui penyediaan akses fasilitas riset berstandar tinggi (high-end facilities). Menurutnya, skema kolaboratif menjadi solusi atas tingginya biaya pembangunan laboratorium genomik yang sulit dipenuhi setiap institusi secara mandiri.

BACA JUGA  Skrining Kanker Serviks Masuk Program Cek Kesehatan Gratis

“BRIN membuka kolaborasi seluas-luasnya agar fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan bersama untuk memacu inovasi nasional,” kata Arif.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pengembangan genomik akan membawa transformasi besar bagi industri kesehatan nasional. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas disiplin, mulai dari biologi, kimia, matematika, kecerdasan artifisial, hingga kedokteran.

“Dengan memahami genom, diagnosis dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Ketika gejala muncul, kita dapat memastikan penyakitnya dan langsung menentukan terapi yang presisi. Ini yang akan mereformasi industri kesehatan di Indonesia,” ujarnya.

Ke depan, Biomedical Genome Science Initiative (BGSI) difokuskan pada sejumlah penyakit prioritas seperti stroke, jantung, dan kanker payudara sebagai proyek percontohan. Melalui konsorsium lintas sektor yang melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains, BRIN, perguruan tinggi, serta rumah sakit, Indonesia diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan data genomik untuk kebijakan kesehatan dan peningkatan layanan publik. (*/S-01)

BACA JUGA  Kemenkes Waspadai Campak di Pengungsian Bencana

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kasau Hadiri Wisuda Perwira Remaja Sarjana Terapan Pertahanan

KEPALA Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., didampingi Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., memimpin Sidang Terbuka Senat Akademik…

UI-Kemen PPPA Sepakat Beri Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di FHUI

UNIVERSITAS Indonesia (UI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sepakat untuk terus  mengawal proses penanganan kasus kekerasan seksual mahasiswa FHUI. Tujuannya agar semua berjalan transparan, akuntabel, dan berperspektif pada perlindungan korban.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wah! Pria Lebih Rentan Terkena Hemofilia

  • April 16, 2026
Wah! Pria Lebih Rentan Terkena Hemofilia

Kasau Hadiri Wisuda Perwira Remaja Sarjana Terapan Pertahanan

  • April 16, 2026
Kasau Hadiri Wisuda Perwira Remaja Sarjana Terapan Pertahanan

Baru Enam Hari Jadi Ketua Ombudsman, Hery Susanto Ditahan Kejagung

  • April 16, 2026
Baru Enam Hari Jadi Ketua Ombudsman, Hery Susanto Ditahan Kejagung

UI-Kemen PPPA Sepakat Beri Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di FHUI

  • April 16, 2026
UI-Kemen PPPA Sepakat Beri Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di FHUI

Unpad Prihatin dengan Keterlibatan Dosen dalam Dugaan Kekerasan Seksual

  • April 16, 2026
Unpad Prihatin dengan Keterlibatan Dosen dalam Dugaan Kekerasan Seksual

15.783 Peserta UTBK-SNBT Siap Ikuti Ujian di UNY

  • April 16, 2026
15.783 Peserta UTBK-SNBT Siap Ikuti Ujian di UNY