KLH Perluas Pengawasan DAS untuk Cegah Banjir dan Longsor

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengambil langkah cepat untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi dengan memperluas pengawasan dan kajian lingkungan di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas nasional.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) serta Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) memperkuat sinergi lintas sektor guna melakukan langkah preventif terhadap ancaman banjir dan longsor.

Langkah awal difokuskan di kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, melalui pelaksanaan Rapid Environmental Assessment (REA). Kajian cepat ini dilakukan bersama tim ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menganalisis kondisi lanskap dan faktor pemicu bencana secara komprehensif.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Rasio Ridho Sani menegaskan pencegahan dan pengendalian dampak bencana hidrometeorologi menjadi prioritas utama demi keselamatan masyarakat.

BACA JUGA  Longsor di Cilacap, 20 Warga masih Dicari

“Kami terus bekerja di lapangan melakukan kajian lingkungan secara cepat melalui rapid assessment untuk memastikan dan mencegah dampak bencana hidrometeorologi di wilayah rawan,” ujar Rasio, Kamis (29/1).

Ia menambahkan, hasil kajian teknis tersebut akan menjadi dasar penting dalam revisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) serta rekomendasi penataan ulang tata ruang di wilayah yang rentan secara geografis.

“Selanjutnya, kami juga akan menyiapkan upaya revisi KLHS serta rekomendasi perubahan tata ruang,” katanya.

Pengawasan DAS libatkan akademisi

Pelibatan akademisi dinilai penting untuk menjaga objektivitas dan validitas kajian. Ahli Hidrometeorologi ITB Imam Achmad Sadisun menyebut kerja sama ini telah dirintis sejak awal untuk memastikan akurasi data lapangan, termasuk proyeksi kerentanan wilayah hulu terhadap curah hujan ekstrem dan pergerakan tanah.

BACA JUGA  Dampak Banjir di Kabupaten Bandung Tiga Rumah Rusak

“Sudah ada pembicaraan awal untuk kerja sama ini. ITB memiliki banyak tenaga ahli lintas disiplin yang diharapkan dapat terus berkolaborasi dengan KLH/BPLH,” ujar Imam.

Selain pendekatan ilmiah, Menteri Hanif juga memerintahkan pendalaman terhadap dugaan pelanggaran lingkungan yang diduga memperparah dampak longsor di wilayah terdampak.

KLH/BPLH akan replikasi pola pengawasan

Tim pengawas dan penyidik telah diterjunkan untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) guna mengidentifikasi pihak-pihak yang lalai terhadap ketentuan lingkungan hidup.

Rasio menegaskan, pengawasan dan penegakan hukum menjadi bagian penting dalam manajemen pengendalian dampak bencana secara menyeluruh.

“Kami akan mengambil langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan hidup,” tegasnya.

BACA JUGA  Tiga Kecamatan di Sukabumi masih Tanggap Darurat Bencana

Upaya pengkajian dan pengawasan ini tidak hanya dilakukan di Cisarua. KLH/BPLH akan mereplikasi pola pengawasan serupa di sejumlah wilayah hulu DAS prioritas di Pulau Jawa, seperti DAS Citarum, DAS Ciliwung, DAS Serayu, dan DAS Kali Bekasi. Di luar Jawa, pengawasan juga dilakukan di DAS Ayung, Bali, untuk menjaga stabilitas ekosistem dan kawasan pariwisata.

Pengawasan difokuskan pada kegiatan dan unit usaha yang beroperasi di wilayah hulu guna memastikan kepatuhan terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan, sebagai langkah pencegahan bencana hidrometeorologi di masa mendatang. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

TIM Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memasuki babak baru kepemimpinan setelah Samantha Dewi Erwan Setiawan resmi dilantik sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jabar periode tahun…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan

  • June 30, 2026
Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan