
PEMERINTAH China memperkirakan sekitar 9,5 miliar perjalanan akan terjadi selama periode libur Tahun Baru Imlek tahun ini, angka tertinggi sepanjang sejarah. Tahun Baru China dirayakan pada 17 Februari 2026.
Pejabat China, Kamis (29/1), menyebutkan sekitar 80 persen dari total perjalanan dalam periode 40 hari yang dimulai Senin mendatang akan menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, lebih dari 500 juta perjalanan diperkirakan dilakukan dengan kereta api dan sekitar 95 juta perjalanan melalui transportasi udara.
Dilansir dari NHK, jumlah wisatawan China ke Jepang diprediksi menurun di tengah memburuknya hubungan bilateral kedua negara. Pemerintah China menyebut adanya “kekhawatiran keamanan” dan mengimbau warganya untuk menahan diri bepergian ke Jepang selama masa liburan.
Pada libur Imlek tahun lalu, Jepang menjadi destinasi luar negeri paling populer bagi wisatawan China. Namun, media China melaporkan tahun ini Jepang tidak lagi masuk dalam daftar 10 besar tujuan favorit, dengan negara-negara Asia Tenggara justru mengalami peningkatan minat kunjungan. (*/S-01)







