Jalur KA di Pekalongan Kebanjiran, Kecepatan Kereta Dibatasi

MENTERI Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung sejumlah titik perlintasan dan jalur kereta api yang terendam banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (21/1).

Dalam kunjungan tersebut, Menhub didampingi Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid. Mereka mengecek kondisi jalur rel yang terdampak genangan air serta dampaknya terhadap operasional perjalanan kereta api.

Dudy menjelaskan, banjir yang melanda kawasan tersebut berpengaruh terhadap kelancaran perjalanan kereta api. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan pembatasan kecepatan di sejumlah titik yang masih tergenang demi menjaga keselamatan penumpang.

“Memang terjadi keterlambatan karena dilakukan pembatasan kecepatan. Demi keselamatan, kecepatan kereta dikurangi sehingga berdampak pada ketepatan waktu. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” kata Dudy dilansir dari laman Pemkot Pekalongan.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Siapkan Layanan Cepat untuk Pemudik

Pembatasan kecepatan tersebut, lanjutnya, berdampak pada keterlambatan perjalanan atau penurunan on-time performance (OTP). Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Menhub menyebutkan, peninjauan jalur kereta api ini dilakukan bersama Wali Kota Pekalongan, jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Direktur Keselamatan, Direktur Jenderal Perkeretaapian, serta Kapolres Pekalongan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta persiapan menghadapi angkutan Lebaran.

Kecepatan kereta dibatasi dan langkah penanganan

Dudy menambahkan, PT KAI telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk mengantisipasi potensi banjir yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

BACA JUGA  Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Jateng Capai 1,4 Juta Balita

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penanganan banjir di jalur kereta api tidak dapat dilakukan oleh PT KAI secara sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Ini tidak mungkin PT KAI bekerja sendirian. Ada keterkaitan dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta kementerian dan lembaga lain, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai. Semua harus duduk bersama untuk solusi jangka pendek dan jangka panjang,” jelasnya.

Menhub juga memastikan akan melakukan evaluasi ulang terhadap titik-titik rawan yang sebelumnya belum terpetakan, namun kini terbukti berpotensi mengganggu operasional akibat banjir.

“Kejadian di Kota Pekalongan ini menjadi pembelajaran. Titik-titik yang sebelumnya tidak kita antisipasi ternyata bisa terdampak cukup serius. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depan,” pungkasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Tokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri

Siswantini Suryandari

Related Posts

BI Dukung Perumusan Pembangunan Jawa Barat Bagian Selatan

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya menyelenggarakan Sarasehan West Java Economic Society (WJES) Priangan Timur 2026 sebagai ruang kolaborasi strategis dalam memperkuat perumusan kebijakan ekonomi daerah. Kegiatan yang berlangsung di…

Kalog Catat Angkut 6,8 Juta Ton Barang Hingga Mei 2026

KAI Logistik (Kalog) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung distribusi barang nasional. Melalui layanan logistik berbasis kereta api dan pemanfaatan multimoda, hingga Mei 2026 perusahaan berhasil mengelola volume angkutan barang sebesar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BI Dukung Perumusan Pembangunan Jawa Barat Bagian Selatan

  • June 18, 2026
BI Dukung Perumusan Pembangunan Jawa Barat Bagian Selatan

Juru Foto di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Dapat Pelatihan

  • June 18, 2026
Juru Foto di Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Dapat Pelatihan

Manungsa Tanpa Tenger dalam Sebuah Kajian

  • June 18, 2026
Manungsa Tanpa Tenger dalam Sebuah Kajian

Uzbekistan Takluk dari Kolombia di Laga Debut, Ghana Ungguli Panama

  • June 18, 2026
Uzbekistan Takluk dari Kolombia di Laga Debut, Ghana Ungguli Panama

Kalog Catat Angkut 6,8 Juta Ton Barang Hingga Mei 2026

  • June 18, 2026
Kalog Catat Angkut  6,8 Juta Ton Barang Hingga Mei 2026

Wakil Kepala BPS: Jateng Kunci Keberhasilan Sensus Ekonomi Nasional 2026

  • June 18, 2026
Wakil Kepala BPS: Jateng Kunci Keberhasilan Sensus Ekonomi Nasional 2026