Jalur KA di Pekalongan Kebanjiran, Kecepatan Kereta Dibatasi

MENTERI Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung sejumlah titik perlintasan dan jalur kereta api yang terendam banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (21/1).

Dalam kunjungan tersebut, Menhub didampingi Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid. Mereka mengecek kondisi jalur rel yang terdampak genangan air serta dampaknya terhadap operasional perjalanan kereta api.

Dudy menjelaskan, banjir yang melanda kawasan tersebut berpengaruh terhadap kelancaran perjalanan kereta api. Salah satu langkah yang diambil adalah melakukan pembatasan kecepatan di sejumlah titik yang masih tergenang demi menjaga keselamatan penumpang.

“Memang terjadi keterlambatan karena dilakukan pembatasan kecepatan. Demi keselamatan, kecepatan kereta dikurangi sehingga berdampak pada ketepatan waktu. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” kata Dudy dilansir dari laman Pemkot Pekalongan.

BACA JUGA  Longsor di Kabupaten Pekalongan Dilaporkan 15 Orang Meninggal

Pembatasan kecepatan tersebut, lanjutnya, berdampak pada keterlambatan perjalanan atau penurunan on-time performance (OTP). Meski demikian, kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Menhub menyebutkan, peninjauan jalur kereta api ini dilakukan bersama Wali Kota Pekalongan, jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), Direktur Keselamatan, Direktur Jenderal Perkeretaapian, serta Kapolres Pekalongan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta persiapan menghadapi angkutan Lebaran.

Kecepatan kereta dibatasi dan langkah penanganan

Dudy menambahkan, PT KAI telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk mengantisipasi potensi banjir yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

BACA JUGA  Kebakaran Dua Rumah di Semarang Timur Tewaskan Lima

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penanganan banjir di jalur kereta api tidak dapat dilakukan oleh PT KAI secara sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Ini tidak mungkin PT KAI bekerja sendirian. Ada keterkaitan dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta kementerian dan lembaga lain, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai. Semua harus duduk bersama untuk solusi jangka pendek dan jangka panjang,” jelasnya.

Menhub juga memastikan akan melakukan evaluasi ulang terhadap titik-titik rawan yang sebelumnya belum terpetakan, namun kini terbukti berpotensi mengganggu operasional akibat banjir.

“Kejadian di Kota Pekalongan ini menjadi pembelajaran. Titik-titik yang sebelumnya tidak kita antisipasi ternyata bisa terdampak cukup serius. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depan,” pungkasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  Pengusaha di Purwokerto Dorong Kapolda Jateng Ikut Pemilihan Gubernur

Siswantini Suryandari

Related Posts

Diversifikasi Bisnis, Kalog Kembangkan Pergudangan di Bandung dan Purwokerto

KAI Logistik (Kalog) melakukan diversifikasi bisnis melalui pengembangan dua pergudangan di Bandung dan Purwokerto yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Hal itu merupakan langkah perusahaan dalam memperluas portofolio bisnis sekaligus…

DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengindentifikasi kondisi suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) di Samudera Hindia Selatan Jawa berkisar antara 24 – 29°C, dengan anomali SST antara -2,0 hingga +1,0°C. Juga terpantau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Diversifikasi Bisnis, Kalog Kembangkan Pergudangan di Bandung dan Purwokerto

  • November 3, 2026
Diversifikasi Bisnis, Kalog Kembangkan Pergudangan di Bandung dan Purwokerto

Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda DIY Larang Anggotanya Gunakan Vape

  • November 3, 2026
Cegah Penyalahgunaan Narkotika, Polda DIY Larang Anggotanya Gunakan Vape

DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

  • November 3, 2026
DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

  • November 2, 2026
Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

  • November 2, 2026
Dorong Pelestarian Genetik, Fapet UGM Gelar Kontes Kuda Lokal

Rokok Kalahkan Belanja Gizi Keluarga, Pakar UGM Ingatkan Potensi Stunting

  • November 2, 2026
Rokok Kalahkan Belanja Gizi Keluarga, Pakar UGM Ingatkan Potensi Stunting