
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknoogi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengungkapkan bahwa awan panas guguran terjadi di Gunung Merapi pada Kamis (8/1) pukul 17.07 WIB.
Estimasi jarak luncur awan panas guguran itu sejauh 1.000 meter dari puncak dengan amplitudo maksimum 52 milimeter dan durasi 130 detik. Namun secara visual, luncuran awan panas ini sulit dilihat karena saat terjadi, puncak gunung berkabut.
Pada saat yang sama BPPTKG juga melaporkan, terjadi hujan di lereng selatan Gunung Merapi mulai pukul 15:21 WIB dengan curah hujan 26 mm, durasi 33 menit, dan intensitas 89 mm/jam.
Setelah berhenti, terjadi lagi hujan pukul 17.42 WIB dengan curah hujan 7 mm, durasi 12 menit, dan intensitas 42 mm/jam. Hujan masih berlangsung saat ini, waspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta Awan Panas Guguran di daerah potensi bahaya. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya serta mematuhi rekomendasi. (AGT/N-01)







