
AMERIKA Serikat dilaporkan telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Selanjutnya dia akan menjalani proses peradilan pidana di Negara Paman Sam tersebut.
Kabar penangkapan Presiden Maduro itu dibenarkan oleh Senator Mike Lee yang mengaku mendapat kabar itu dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. “Ia memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas dakwaan pidana,” kata Lee dikutip dari akun pribadinya di X.
Ia menambahkan tindakan itu dilakukan Presiden Donald Trump berdasarkan Pasal II Konstitusi Amerika Serikat untuk melindungi mereka dari serangan nyata atau yang akan segera terjadi.
Sebelumnya, Trump memang mengakui telah melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Ia juga mengaku telah menangkap Maduro beserta istrinya dan telah diterbangkan ke AS.
“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tegas Trump dikutip dari akunnya di Truth Social.
Perang kolonial

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, mengecam keras serangan sepihak Amerika Serikat tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai perang kolonial terhadap untuk perubahan rezim.
“Upaya memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksakan ‘perubahan rezim’, dengan bersekutu bersama oligarki fasis,” tegas Gli dalam pernyataannya.
Ia juga menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap Piagam PBB yang mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.
“Agresi semacam ini mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, serta menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko serius,” lanjutnya.
Kuasai SDA
Gil menuding , tujuan serangan AS itu adalah merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineral, serta merusak kemandirian politik negara tersebut.
Sebelumnya, sejumlah ledakan kuat terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu dinihari (3/1) waktu setempat. Serangan itu terjadi di tengah ketegangan kedua negara.
Dari berbagai video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terlihat di beberapa tempat di ibu kota Caracas dan sirene serangan udara terdengar. Sejumlah media lokal melaporkan akibat serangan itu listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer. (*/N-01)









