UGM Pasang Penjernih Air untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

GUNA memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, tim relawan Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang instalasi penjernih air di beberapa lokasi prioritas.

Pengajar Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Adhy Kurniawan, menjelaskan bahwa kapasitas sistem penjernih air yang dipasang bervariasi, mulai dari 1.900 liter hingga 3.800 liter per hari.

“Air bersih yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak bencana yang saat ini mengalami kesulitan akses air bersih,” ujar Adhy dalam keterangannya di Yogyakarta, Sabtu (3/1).

Saat ini, tim UGM telah berhasil memasang sistem penjernih air sederhana di RSUD Bener Meriah sebagai langkah awal untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.

BACA JUGA  44.972 Peserta UM UGM CBT Perebutkan 3.729 Kursi

Berdasarkan hasil asesmen awal, pemasangan alat penjernih air di Kabupaten Bener Meriah diprioritaskan di Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, serta Polindes di wilayah Simpur. Selanjutnya, alat penjernih air bertenaga surya akan dipasang di titik-titik prioritas lainnya.

Penjernih air dipasang di puskesmas

Tim relawan UGM juga menggandeng relawan dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dalam upaya penanganan bencana di wilayah Lhoksukon, Aceh Utara, dan Bener Meriah.

Menurut Adhy, ketersediaan air bersih dan listrik menjadi kebutuhan mendasar di wilayah terdampak bencana. Oleh karena itu, penggunaan sistem panel surya dinilai efektif untuk meminimalkan ketergantungan pada pasokan listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA  Fakultas Psikologi UGM Bebaskan Biaya UKT untuk Satu Mahasiswa Baru SNBP

“Sistem penjernih air yang dipasang memiliki kapasitas 500 hingga 1.000 GPD, atau setara 1.900 hingga 3.800 liter per hari. Kapasitas ini mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih bagi ratusan warga, terutama di posko pengungsian,” pungkasnya. (AGT/S-01)

 

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Lantik 23 Pejabat, Bupati Taput Ingatkan Soal Tanggung Jawab

BUPATI Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Jumat, 26/6//2026). Pelantikan dilaksanakan saat kunjungan kerja di Lapangan Sepakbola Desa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards