UGM Pasang Penjernih Air untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

GUNA memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, tim relawan Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang instalasi penjernih air di beberapa lokasi prioritas.

Pengajar Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Adhy Kurniawan, menjelaskan bahwa kapasitas sistem penjernih air yang dipasang bervariasi, mulai dari 1.900 liter hingga 3.800 liter per hari.

“Air bersih yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak bencana yang saat ini mengalami kesulitan akses air bersih,” ujar Adhy dalam keterangannya di Yogyakarta, Sabtu (3/1).

Saat ini, tim UGM telah berhasil memasang sistem penjernih air sederhana di RSUD Bener Meriah sebagai langkah awal untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.

BACA JUGA  Dosen UGM Meraih Ristek Kalbe Science Award 2025

Berdasarkan hasil asesmen awal, pemasangan alat penjernih air di Kabupaten Bener Meriah diprioritaskan di Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, serta Polindes di wilayah Simpur. Selanjutnya, alat penjernih air bertenaga surya akan dipasang di titik-titik prioritas lainnya.

Penjernih air dipasang di puskesmas

Tim relawan UGM juga menggandeng relawan dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dalam upaya penanganan bencana di wilayah Lhoksukon, Aceh Utara, dan Bener Meriah.

Menurut Adhy, ketersediaan air bersih dan listrik menjadi kebutuhan mendasar di wilayah terdampak bencana. Oleh karena itu, penggunaan sistem panel surya dinilai efektif untuk meminimalkan ketergantungan pada pasokan listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA  Cairan Vape Positif Narkoba, UGM Ingatkan Bahaya

“Sistem penjernih air yang dipasang memiliki kapasitas 500 hingga 1.000 GPD, atau setara 1.900 hingga 3.800 liter per hari. Kapasitas ini mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih bagi ratusan warga, terutama di posko pengungsian,” pungkasnya. (AGT/S-01)

 

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara