PM Takaichi: Jepang Bantah Klaim China di PBB

PEMERINTAH Jepang mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membantah tuduhan China terkait pernyataan Perdana Menteri Takaichi Sanae mengenai situasi Taiwan.

Pernyataan Takaichi sebelumnya disampaikan di hadapan Diet Jepang awal bulan ini. Ia menyebut bahwa potensi darurat Taiwan yang melibatkan penggunaan kekuatan oleh China dapat dianggap sebagai kondisi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan tetap China untuk PBB pada Jumat lalu mengirimkan surat kepada Guterres. Dalam surat itu, Beijing menuduh Jepang untuk pertama kalinya menunjukkan “ambisi intervensi militer” dalam isu Taiwan, serta “mengeluarkan ancaman penggunaan kekuatan terhadap China.”

Dikutip dari NHK World Japan pada Senin (24/11), Perwakilan Tetap Jepang untuk PBB, Yamazaki Kazuyuki, menyerahkan surat bantahan resmi. Dalam surat itu, Jepang menyatakan bahwa klaim China “tidak sesuai fakta dan tidak berdasar.”

BACA JUGA  Taiwan Gantikan Kuwait untuk Laga Uji Coba Timnas

Surat tersebut menegaskan bahwa anggapan China bahwa Jepang akan menggunakan hak bela diri tanpa adanya serangan bersenjata adalah keliru. Jepang juga kembali menegaskan posisi konsistennya, yakni mengharapkan isu Taiwan diselesaikan secara damai melalui dialog.

Selain itu, Jepang menyoroti tindakan China yang dianggap “menghambat pertukaran ekonomi dan antarwarga,” termasuk perdagangan produk perikanan yang dinilai tidak terkait dengan isu Taiwan. Jepang menilai pendekatan koersif seperti itu harus ditolak oleh komunitas internasional.

Jepang meminta Sekjen Guterres untuk mengedarkan surat bantahan tersebut kepada seluruh negara anggota PBB sebagai dokumen resmi Majelis Umum. (*/S-01)

 

BACA JUGA  KTT Mesir Desak Israel Akhiri Serangan di Gaza

Siswantini Suryandari

Related Posts

Presiden Prabowo Ingin Tingkatkan Kerja Sama dengan Rusia

SEBAGAI negara yang sudah bersahabat sejak lama, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan Rusia. Dalam jamuan santap siang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia,…

Ukraina Sebut 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Kemlu Lakukan Verifikasi

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI mengaku tengah memverifikasi informasi mengenai warga negara Indonesia (wni) yang direkrut jadi tentara Rusia. Saat ini Kemenlu terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. “Informasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari