Renovasi Gerbang Gedung Sate Rp3,9 Miliar Tuai Sorotan

RENOVASI gerbang masuk Gedung Sate, pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik. Proyek bergaya Candi Bentar yang menelan anggaran Rp3,9 miliar itu dinilai kontras dengan kondisi efisiensi yang tengah dijalankan pemerintah.

Pengamat kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan, Kristian Widya Wicaksono, menilai renovasi tersebut mencerminkan paradoks. Menurutnya, gerbang yang tampak megah secara visual itu tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

“Secara fisik memang megah, seolah menunjukkan ada pembangunan. Tapi ketika dibandingkan dengan realitas ekonomi masyarakat Jabar, proyek ini terasa hampa karena tidak menyentuh akar persoalan publik,” ujarnya.

Kristian menilai lolosnya anggaran tersebut dalam APBD menunjukkan adanya kesepakatan formal antara pemda dan DPRD. Ia mempertanyakan urgensi memperindah pagar kantor pemerintahan di tengah menurunnya daya beli masyarakat.

BACA JUGA  Anggaran Renovasi Gerbang Gedung Sate Rp3,9 Miliar Dipertanyakan

“Ini proyek ‘mercusuar’ yang berorientasi pada efek visual dan simbolik. Publik berhak meminta transparansi alasan di balik prioritas renovasi pagar dibandingkan program yang berdampak langsung pada kualitas hidup,” tegasnya.

Anggaran Rp3,9 miliar itu dialokasikan untuk renovasi gerbang, perbaikan pilar, dan penambahan paving blok area parkir. Kristian menilai narasi efisiensi tidak hanya soal pemangkasan anggaran, tetapi juga ketepatan alokasi yang menghasilkan manfaat nyata.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jabar sedang merenovasi pagar Gedung Sate dengan menambahkan dua pilar bergaya Candi Bentar yang terinspirasi dari desain berundak khas Jawa.

Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, menjelaskan dana tersebut digunakan untuk memperbaiki enam gerbang, pilar, serta penataan parkir barat dan timur yang dinilai sudah tidak layak. Ia membantah anggapan bahwa proyek itu mengabaikan nilai sejarah.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Pangkas Anggaran Media Rp50 M Jadi Rp3,1 M

“Konsep dua pilar menyerupai Candi Bentar justru menegaskan identitas budaya Jabar,” katanya.

Di media sosial, banyak warganet mempertanyakan renovasi yang dinilai tidak mendesak dan tidak sesuai dengan arsitektur khas Gedung Sate yang beraliran Indo-Europeeschen architectuur stijl.

Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta polemik ini tidak diperpanjang. Ia menilai keputusan desain sebaiknya dipercayakan pada keahlian arsitek, bukan opini warganet.

“Jangan ikuti netizen, tapi ikuti arsitek. Kalau ikuti netizen, tidak akan selesai,” ujarnya. (Rava/S-01)

BACA JUGA  Perkuat Layanan Kesehatan, Pemprov Jabar Ingin Sewa Helikopter

Siswantini Suryandari

Related Posts

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap tinggi gelombang di perairan Samudera Hindia di sebelah selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang dimungkinkan terjadi pada Senin (5/10)…

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

PERTAMINA Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak menggelar pemeriksaan gigi gratis ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa di P3D Semar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis