
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mengirim bantuan logistik dan menyiapkan santunan bagi para korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Bencana yang terjadi pada Selasa (13/11) malam itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, 20 orang masih dalam pencarian, serta 17 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
“Kita akan membantu mereka yang terdampak. Dukungan diberikan bagi yang wafat, ahli warisnya, maupun mereka yang luka. Saat ini masih tahap evakuasi,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan resmi, Jumat (14/11/2025).
Ia memastikan tim Kemensos telah diberangkatkan ke lokasi untuk mengirimkan bantuan logistik dan mendukung kebutuhan pengungsian.
“Jika dibutuhkan tenda pengungsian, akan kita siapkan. Kalau perlu dapur umum, juga akan kita sediakan,” tambahnya.
Selain bantuan logistik, Kemensos juga mengirimkan bahan makanan, pakaian, obat-obatan, serta layanan dukungan psikososial bagi warga terdampak.
“Semua sudah kita siapkan untuk masa darurat. Kita bekerja sama dengan BNPB dan pemerintah daerah,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu memberikan atensi terhadap setiap peristiwa bencana dan meminta seluruh instansi terkait bergerak cepat membantu masyarakat.
“BNPB, TNI-Polri, Basarnas, Kemensos, pemerintah daerah, serta relawan dari berbagai institusi berkolaborasi di lokasi bencana,” ujarnya.
Penyaluran bantuan kedaruratan dikirim melalui gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah pada 14 November 2025. Bantuan yang disalurkan meliputi
- Makanan siap saji: 150 paket
- Lauk pauk siap saji: 200 paket
- Makanan anak: 80 paket
- Tenda keluarga: 5 unit
- Tenda gulung: 100 paket
- Kasur: 60 lembar
- Tenda serbaguna: 1 unit
- Selimut: 100 lembar
- Sandang dewasa: 50 paket
- Family kit: 40 paket
- Kids ware: 40 paket
Sebelumnya, hujan intensitas tinggi melanda Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, yang memicu penurunan tanah hingga dua meter dan retakan sepanjang 25 meter. Warga sempat mendengar suara gemuruh sebelum longsor menerjang permukiman.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB tersebut merusak sembilan rumah, menimbulkan korban jiwa, korban luka, dan kerusakan harta benda. Total 17 KK atau 46 jiwa terdampak, dengan korban meninggal tiga orang, empat orang luka, dan 20 orang masih dalam pencarian. (*/S-01)







