
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik komitmen baru terhadap pelaksanaan gencatan senjata di Gaza, namun memperingatkan bahwa insiden kekerasan yang masih terjadi dapat mengancam kemajuan yang rapuh.
Dalam konferensi pers di New York, Senin (20/10), Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan pihaknya mengapresiasi komitmen kedua belah pihak untuk menegakkan gencatan senjata, serta upaya para mediator internasional yang terus bekerja tanpa henti.
“Kami tetap prihatin terhadap semua tindakan kekerasan di Gaza dan laporan serangan yang terjadi kemarin,” ujar Dujarric. Ia menyerukan semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka dan menahan diri dari tindakan yang bisa memicu kembali pertempuran, sambil mengulangi seruan Sekretaris Jenderal PBB agar sisa jenazah para sandera segera dikembalikan.
Sementara itu, Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, baru saja menyelesaikan kunjungan ke Gaza pada akhir pekan lalu. Ia meninjau sejumlah proyek kemanusiaan yang didukung PBB, termasuk pusat gizi anak, rumah sakit, dan operasi pembersihan jalan.
Gencatan senjata dan pembersihan puing dimulai
Di Gaza City, UN Development Programme (UNDP) memulai operasi besar-besaran pembersihan puing sebagai tahap awal dari rencana manajemen reruntuhan yang bertujuan memulihkan akses ke layanan vital seperti rumah sakit dan sekolah.
“Jumlah puing di Gaza diperkirakan mencapai 55 hingga 60 juta ton, dan ini menjadi tantangan besar,” kata Jaco Cilliers, Perwakilan UNDP untuk Palestina.
UNDP mulai membuka jalan dan mendaur ulang material untuk membangun jalur akses baru dan fasilitas sementara. Puluhan alat berat telah dikerahkan di sepanjang Jalan Al-Jalaa, yang selama berbulan-bulan tertutup reruntuhan.
“Ini proses yang sangat berat dan akan memakan waktu bertahun-tahun,” ujar Cilliers memperingatkan.
Penyaluran bantuan kembali berjalan
PBB juga melaporkan kemajuan dalam distribusi bantuan kemanusiaan sejak diberlakukannya gencatan senjata. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperluas ruang belajar sementara, sementara mitra kemanusiaan kembali menyalurkan paket makanan di Deir al-Balah dan Khan Younis.
“Sepanjang akhir pekan, kami bersama mitra terus menyalurkan bantuan melalui perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem dan Kissufim, termasuk paket kebersihan ibu pasca melahirkan, pasokan medis, bahan bakar, air, dan makanan,” kata Dujarric.
Ia menambahkan, untuk pertama kalinya otoritas Israel mengizinkan PBB menempatkan pemantau di perlintasan Kissufim.
“Ini merupakan perkembangan positif yang memberi kami visibilitas lebih baik terhadap jalur distribusi bantuan,” tambahnya. (UN/S-01)







