Sistem Dokter Spesialis Berbasis RS Tak Hapus Peran Kampus

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, penerapan sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan tidak menghapus peran perguruan tinggi.

Dalam keterangannya di Mahkamah Konstitusi, Senin (20/10), Budi menjelaskan bahwa model hospital-based justru menjadi solusi untuk mempercepat penambahan jumlah dan pemerataan distribusi dokter spesialis di Indonesia.

“Penyelenggara utama bukan berarti eksklusif. Rumah sakit tetap wajib bekerja sama dengan perguruan tinggi sesuai standar pendidikan tinggi kedokteran,” ujarnya.

Menurutnya, skema ini membuka kolaborasi lebih luas antara rumah sakit, universitas, dan kolegium profesi. Saat ini, Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter spesialis hingga 2032, dengan distribusi yang belum merata di 25 provinsi.

BACA JUGA  Menkes: Perencanaan Nakes Berbasis Data Jadi Prioritas

Melalui sistem hospital-based, pendidikan spesialis dapat dilakukan lebih dekat dengan daerah asal peserta, sehingga lulusan dapat langsung mengisi kebutuhan layanan di rumah sakit setempat. Dengan begitu, daerah terpencil tidak perlu lagi menunggu lama untuk mendapatkan dokter spesialis seperti bedah jantung, anestesi, atau obstetri-ginekologi.

“Skema ini memperkuat komitmen pemerintah menghadirkan layanan kesehatan berkualitas di seluruh pelosok negeri,” tegasnya.

Selain mempercepat pemenuhan tenaga medis, sistem ini juga dinilai lebih terjangkau. “Di banyak negara maju, dokter spesialis dididik di rumah sakit dan dibayar. Indonesia satu-satunya yang masih sepenuhnya berbasis universitas,” jelas Budi. (*/S-01)

BACA JUGA  Kemendikbud-Ristek Tegaskan Program Merdeka Belajar Tetap Berjalan

Siswantini Suryandari

Related Posts

Terus Berinovasi, KAI Logistik Kenalkan Halal Supply Chain

KAI Logistik turut mengambil bagian dalam pembahasan penguatan halal supply chain pada gelaran The 5th Summit of Halal 20 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel…

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan. “Tantangan terbesar yang dihadapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

  • September 25, 2026
SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

Terus Berinovasi, KAI Logistik Kenalkan Halal Supply Chain

  • September 25, 2026
Terus Berinovasi, KAI Logistik Kenalkan Halal Supply Chain

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

  • September 25, 2026
Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

Anak Muda Disebut Makin Rentan Kena Gangguan Mental

  • September 25, 2026
Anak Muda Disebut Makin Rentan Kena Gangguan Mental