
SALAH satu santri korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny adalah M Rizky Maulana Saputra,16, warga Buduran, Sidoarjo. Sejatinya rumah Rizky tidak terlalu jauh dengan pesantren. Hanya berjarak sekitar tiga kilometer. Namun ia ia hanya pulang saat liburan panjang.
Rumah duka M Rizky Maulana Saputra di RT 10 RW 3 Desa Wadungasih, Buduran, Sidoarjo, terlihat masih banyak didatangi para petakziah. Mereka menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Rizky dalam insiden ambruknya musala Ponpes Al Khoziny.
Ia sudah tiga tahun nyantri di Ponpes Al Khoziny, dan saat ini duduk kelas 1 SMA.
“Pulang terakhir saat liburan Maulud Nabi Muhammad SAW, pada akhir September 2025 lalu. Dia lebih banyak memilih di ponpes, karena sudah cita-citanya menjadi santri dari kecil,” kata ayah korban Syarifuddin,47, Rabu (8/10).
Rizky Putra adalah anak pasangan Syarifuddin, 47 tahun, dan Dewi Handayani. Ia anak kedua dari tiga bersaudara.
Di mata guru TK-nya, Rizky dikenal sosok ceria dan pintar. Rombongan para guru TK juga terlihat berdatangan menyampaikan bela sungkawa.
“Saya ingat banget, Rizky Putra kulitnya putih, ceria dan pintar,” kata Imrotus Sholihah, guru TK almarhuma.
Saat ini jenazah Rizky sudah dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat, hanya berjarak 500 meter dari rumahnya. Ia dimakamkan pada Rabu dinihari, setelah berhasil diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. (OTW/N-01)







