Presiden Minta Evaluasi Semua Bangunan Pesantren

INSIDEN ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur yang menewaskan puluhan santri menjadi atensi khusus Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo bahkan memberikan instruksi langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sejumlah menteri untuk menanggulangi insiden tersebut. Presiden juga memerintahkan evaluasi seluruh bangunan pesantren, terutama dari segi keamanan dan keselamatannya.

Demikian Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. “Beliau memonitor terus. Presiden kemudian memerintahkan kepada para menteri terkait, dan gubernur, wakil gubernur untuk memberikan perhatian,” kata Prasetyo saat ditemui selepas acara peringatan HUT Ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu.

“Evaluasi ke depan semua pondok pesantren kami harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan dan infrastruktur di pondok pesantren,” lanjutnya.

BACA JUGA  Presiden Undang Sejumlah Warga ke Istana Merdeka 17 Agustus

45 korban meninggal

Seperti diberitakan, bangunan musala di Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/9) pekan lalu menyebabkan ratusan santri yang melaksanakan shalat berjamaah meninggal dunia, dan beberapa korban luka-luka. Hingga kini tercatat 45 orang meninggal dalam insiden tersebut, 104 luka-luka dan 2 di antaranya berupa potongan tubuh.

Sebanyak 400 lebih petugas pencarian dan penyelamatan (SAR) masih melakukan proses evakuasi. Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan menyatakan setidaknya masih ada 26 santri yang terjebak di bawah puing-puing bangunan.

Sesuai prosedur

Pada bagian lain, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan proses identifikasi para korban di Pesantren Al Khoziny berjalan sesuai prosedur.

BACA JUGA  Prabowo: Uni Eropa Penting bagi Stabilitas Dunia

“Sampel DNA juga sudah diambil dari keluarga wali santri sehingga semua Insha Allah well prepared,” kata Khofifah.

Khofifah menambahkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari Dinas Sosial juga telah mendampingi keluarga santri untuk menenangi dan memberikan penjelasan mengenai prosedur evakuasi maupun identifikasi korban. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

TIM nasional Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0 dengn Malaysia pada laga keduanya di babak penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno…

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

KETUA MPR RI Ahmad Muzani, menegaskan MPR tidak akan gegabah dalam melakukan perubahan terhadap UUD 1945. Namun mereka akan mendengarkan berbagai aspirasi, pandangan, pemikiran, ide, dan gagasan dari berbagai elemen…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

  • September 28, 2026
Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

  • September 28, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

  • September 28, 2026
Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

  • September 28, 2026
Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

  • September 28, 2026
Polsek Turi Tangkap Pembacok Guru

Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai

  • September 28, 2026
Sidak Rumah Pompa Sidokare, Wakil Bupati Temukan Material tak Sesuai