
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan operasi evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, dapat diselesaikan hari ini, Senin (6/10).
“Operasi akan terus kami lakukan hingga selesai. Harapannya, progres pencarian bisa tuntas paling lambat Senin sore atau malam,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Hery, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Minggu (5/10).
Hingga pukul 21.00 WIB, tercatat 52 orang meninggal dunia dan 104 orang selamat dari total 156 korban. Dari jumlah korban meninggal, lima di antaranya berupa bagian tubuh. Sebagian besar santri ditemukan di lantai satu bangunan yang ambruk.
Memasuki hari ketujuh sejak kejadian, tim SAR dan petugas pembersihan puing masih bekerja nonstop selama 24 jam dengan sistem bergantian setiap tiga jam. Kondisi fisik personel mulai menurun, bahkan beberapa mengalami gejala gatal-gatal akibat paparan di lapangan.
Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) menambah dukungan layanan kesehatan dengan menyediakan suplemen vitamin dan penanganan medis ringan bagi tim penyelamat. “Pelayanan ekstra ini diberikan agar stamina para personel tetap terjaga hingga proses pencarian selesai,” ujar perwakilan Dinkes setempat. (*/S-01)







