Visa Ditolak AS, Mahmoud Abbas Tetap Suarakan Palestina di PBB

MAJELIS Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menyampaikan pidatonya melalui tayangan video pada Sidang Majelis Umum pekan depan. Keputusan ini diambil setelah Amerika Serikat menolak memberikan visa bagi Abbas untuk hadir langsung di New York.

Resolusi yang disahkan Jumat (19/9) itu menyebutkan, “Negara Palestina dapat menyerahkan pernyataan yang telah direkam terlebih dahulu dari Presidennya, yang akan diputar di ruang sidang Majelis Umum.” Resolusi tersebut didukung 145 negara, lima menolak, dan enam abstain.

Langkah ini menyusul desakan Otoritas Palestina agar Washington mengembalikan visa Abbas sehingga ia bisa memimpin delegasi Palestina dan berpidato langsung di forum internasional tersebut. Abbas sendiri termasuk dalam daftar 80 pejabat Palestina yang ditolak visanya oleh AS.

BACA JUGA  Presiden Apresiasi Vatikan Dukung Perdamaian Palestina

Mahmoud Abbas didukung 145 negara

Pidato para pemimpin dunia di Majelis Umum dijadwalkan dimulai Selasa, setelah sehari sebelumnya diadakan KTT yang diprakarsai Prancis dan Arab Saudi untuk mendorong solusi dua negara bagi konflik Israel–Palestina.

Keputusan Washington menolak visa Abbas menuai kritik luas. PBB menegaskan langkah itu melanggar Host Country Agreement, perjanjian yang mewajibkan AS selaku tuan rumah mengizinkan kepala negara dan pemerintahan masuk ke New York untuk menghadiri pertemuan tahunan dan urusan diplomatik.

Pengetatan visa oleh AS datang di tengah meningkatnya kecaman internasional atas perang Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza serta gelombang kekerasan militer dan pemukim Israel di Tepi Barat.

BACA JUGA  Gilas Paraguay 4-1 di Laga Pertama, AS Puncaki Klasemen

Dikutip dari Al Jazeera, data otoritas kesehatan setempat mencatat, sejak Oktober 2023 hingga kini, serangan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 65.141 orang dan melukai 165.925 lainnya, sementara ribuan korban diyakini masih tertimbun reruntuhan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

PEMERINTAH Venezuela mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat di negara tersebut terus bertambah. Mereka mencatat saat ini jumlah korban meninggal dunia dalam musibah itu mencapai 1.430 orang, sedangkan…

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

AMERIKA Serikat dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan kendati sudah ada kesepakatan damai. AS dilaporkan telah menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran. Iran pun mengecam serangan tersebut.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak