Pengembangan PLTP Perlu Penguatan SDM dan Teknologi

UPAYA memaksimalkan pemanfaatan panas bumi (geothermal) di Indonesia dengan membangun PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) sejatinya berdampak positif.

Namun penggunaan panas bumi sebagai energi tetap menimbulkan tantangan sendiri terutama dari sisi SDM dan penguasaan teknologi.

Geolog UGM Ir. Pri Utami, M.Sc.,Ph.D., mengatakan pengembangan energi panas bumi di Indonesia masih difokuskan pada area gunung api berumur Kuarter, pada sistem hidrotermal bertemperatur tinggi.

Pri mengungkapkan tingkat keberhasilan dalam mengeksplorasi menemukan sumber panas bumi sebelum dilakukannya pemboran adalah 50%. Belum lagi biaya pemboran per sumur yang tinggi, sekitar US$ 10 juta membuat pengembangan panas bumi pada tahap eksplorasi memiliki risiko investasi tinggi.

Perlu penelitian

Untuk itu perlu dilakukan investasi berupa penelitian sebelum dilakukan pengeboran.

“Untuk menurunkan risiko tersebut diperlukan investasi berupa penelitian geosains – geologi, geokimia, dan geofisika – untuk menduga keadaan bawah permukaan secara lebih rinci. Teknologi pemboran juga perlu ditingkatkan agar dapat mengakses ke dalam yang dituju dengan lebih cepat,” ungkapnya, Sabtu (13/9), di Kampus UGM.

BACA JUGA  Dukung Evolusi Teknologi, Indosat Hadirkan Indonesia Al Day

Menurut dia, sebenarnya energi panas bumi dapat diekstraksi dari semua tempat, sebab pada dasarnya lokasi potensi energi panas bumi tersebar merata di Bumi.

Namun hingga saat ini pengembangan energi panas bumi pada jenis sistem hidrotermal bertemperatur tinggi ini mensyaratkan ditemukannya fluida panas dengan tingkat temperatur  antara 225 hingga 300°C, komposisi kimia yang bersahabat  dengan tingkat pH netral pada batuan yang permeabel, tingkat kedalaman antara 1-3 km.

Buka lapangan kerja

Meski eksplorasi pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi memerlukan biaya c besar,  Pri menilai potensi energi panas bumi memiliki beragam manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Ia menyebutkan proyek ini membuka lapangan pekerjaan.

“Pelaksanaan proyek pengembangan panas bumi mulai dari eksplorasi hingga pengembangan lapangan membutuhkan tenaga kerja lokal yang sangat banyak, serta membuka peluang usaha pendukung seperti catering, akomodasi, transportasi, jasa dan lain-lain,” jelasnya.

BACA JUGA  Pentingnya Proyek Geothermal Cipanas pada Transisi Energi Nasional

Selanjutnya, katanya beberapa lapangan energi panas bumi mampu menghasilkan produk samping diantaranya endapan mineral-mineral yang dapat diolah menjadi penyubur dan penguat tanaman.

“Upaya peningkatan pasokan energi listrik lewat energi panas bumi ini mendorong peningkatan ketahanan pangan,” kata Pri.

Dampak pada lingkungan

Kendati menghasilkan beragam dampak positif, namun Pri menyebut terdapat risiko dari eksplorasi panas bumi. Ia mengungkapkan bahwa pengembangan area panas bumi pasti akan menimbulkan pengaruh terhadap lingkungan.

Sebagai contoh, debu pada waktu mobilisasi peralatan berat, kebisingan pada waktu pemboran, hingga terjadinya perubahan lanskap karena adanya instalasi panas bumi. Akan tetapi, ada banyak cara untuk meminimalisir dampak lingkungan sejak awal proses pengembangan.

BACA JUGA  Konektivitas Jalur Selatan Dinilai Bisa Dorong Perekonomian Priangan Timur

“Dengan cara pembersihan area terdampak, memasang instalasi peredam suara, penggunaan mesin pemboran yang modern, penanaman kembali pada area yang dibuka sementara untuk operasional pemboran, dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Edukasi

Pada aspek sosial, Pri menjelaskan sejauh ini belum banyak edukasi terkait energi panas bumi yang tersebar di masyarakat. Pri memberi saran kebijakan panas bumi bukan merupakan komoditas seperti halnya migas, batu bara, dan bahan-bahan tambang, melainkan merupakan aset sumber energi yang sangat kompetitif dibanding energi fosil.

“Untuk menjadikannya harganya lebih kompetitif maka harus ada investasi SDM untuk menurunkan risiko biaya eksplorasi dan meningkatkan kehandalan teknologi pemanfaatannya,” katanya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Deklarasi Tolak Judol, Bupati  Bandung Tekankan Integritas dan Akhlak ASN

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung mendeklarasikan komitmen bersama menolak judi online (judol) dan judi konvensional di lingkungan aparatur negara. Deklarasi itu dibacakan langsung oleh Bupati Dadang Supriatna dalam Focus Group Discussion…

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

SEBANYAK Lima Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan panen raya jagung secara serentak. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan penanaman jagung dalam program Desa Binaan Imigrasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dekan Fakultas Peternakan UGM Resmi Diserahterimakan

  • September 30, 2026
Dekan Fakultas Peternakan UGM Resmi Diserahterimakan

Deklarasi Tolak Judol, Bupati  Bandung Tekankan Integritas dan Akhlak ASN

  • September 30, 2026
Deklarasi Tolak Judol, Bupati  Bandung Tekankan Integritas dan Akhlak ASN

Polisi Ringkus Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

  • September 30, 2026
Polisi Ringkus Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

  • September 30, 2026
Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

  • September 30, 2026
Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

  • September 30, 2026
Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta