Banjir Bali Tercatat Terparah dalam Satu Dekade

BANJIR disertai longsor melanda Bali pada 9–10 September 2025 dengan dampak yang luas. BNPB mencatat bencana terjadi di tujuh kabupaten/kota dengan lebih dari 120 titik banjir.

Kota Denpasar menjadi wilayah terdampak terparah dengan 81 titik banjir, disusul Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik, serta Klungkung di Kecamatan Dawan.

Bencana ini menyebabkan sedikitnya 18 orang meninggal dunia, tersebar di Denpasar (12 orang), Gianyar (3), Jembrana (2), dan Badung (1). Dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Selain itu, ratusan warga terpaksa mengungsi, termasuk 186 jiwa di Denpasar dan 250 jiwa di Jembrana. Kerugian materil ditaksir mencapai hampir Rp29 miliar, dengan lebih dari 500 bangunan rusak.

BACA JUGA  BMKG: 186 Ribu Petir dan 71 Gempa di Jabar Selama Juli 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama bencana. Di Jembrana, curah hujan harian mencapai 385,5 mm, disusul Tampak Siring 373,8 mm, Karangasem 316,6 mm, Klungkung 296 mm, dan Abiansemal 284,6 mm. Padahal, hujan di atas 150 mm/hari sudah termasuk kategori ekstrem.

Banjir Bali terparah, drainase tidak memadai

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, intensitas hujan tersebut dipicu kombinasi faktor regional dan lokal, seperti aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, hingga Rossby ekuator yang aktif bersamaan dengan kondisi atmosfer labil di Bali. “Kombinasi ini memperbesar risiko terbentuknya awan konvektif secara masif,” ujarnya, Jumat (12/9).

Selain faktor cuaca, BMKG menilai kondisi drainase yang tidak memadai, sedimentasi, sampah, serta alih fungsi lahan memperparah dampak banjir. Air hujan dalam volume besar tidak terserap optimal dan menyebabkan genangan di berbagai titik.

BACA JUGA  BMKG Sebut Rilis Gempa Megathrust Sebagai Peringatan Dini

BMKG menegaskan pihaknya sudah mengeluarkan peringatan sejak 5 September melalui prospek cuaca sepekan, peringatan dini tiga harian, hingga pembaruan jam-jaman (nowcasting). Selama 9–10 September, sebanyak 11 kali peringatan dini cuaca ekstrem diterbitkan khusus untuk wilayah Bali.

Dwikorita mengimbau masyarakat lebih waspada menghadapi potensi hujan ekstrem sepekan ke depan. Ia meminta masyarakat rutin memantau informasi resmi BMKG serta menjaga kebersihan saluran air. “Dengan kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik, kita bisa meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan,” tegasnya. (*/S-01)

BACA JUGA  OMC Berhasil Padamkan Seluruh Titik Api di Riau

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

PEMERINTAH Kota Bandung memastikan kesiapan pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan kegiatan positif. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana memaparkan, peringatan May Day…

Sejumlah Pohon di Sleman Bertumbangan akibat Hujan Deras

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Haris Martapa membenarkan hujan deras yang disertai angin kencang pada Rabu sore menyebabkan sejumlah pohon tumbang. Dikatakan Haris, di Niten, Nogotirto, Gamping, Sleman akibat hujan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

  • April 30, 2026
Alasan Kesehatan, Megawati Mundur dari Timnas Voli Indonesia

Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

  • April 30, 2026
Pemkot Bandung Rayakan May Day dengan Kegiatan Positif

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

  • April 30, 2026
Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

  • April 30, 2026
Tim UGM Juarai Kompetisi Mobil Listrik di Malaysia

Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

  • April 30, 2026
Marc Klok Bertekad Bawa Persib Menangi Laga Kontra Bhayangkara FC

Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi

  • April 30, 2026
Mengenal Lalat Capung, Serangga Bersayap Tertua di Bumi