Bahaya Campak Sering Diabaikan Bisa Sebabkan Pneumonia

BAHAYA campak sering tidak diketahui karena masyarakat masih menganggap campak hanya sebatas demam ringan dan ruam yang hilang dalam beberapa hari. Padahal bahaya campak dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak di bawah usia lima tahun.

Dari laman Centers for Desease Control  and Prevention (CDC), campak sangat menular. Jika satu orang terkena, 9 dari 10 orang di sekitarnya berisiko ikut terinfeksi apabila tidak memiliki perlindungan. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah melalui vaksin MMR (measles, mumps, rubella) yang terbukti memberikan perlindungan jangka panjang terhadap berbagai jenis virus campak.

Gejala Campak

Gejala campak biasanya muncul 7 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Tanda-tandanya meliputi:

  • Demam tinggi (bisa lebih dari 40°C)
  • Batuk
  • Hidung berair (pilek)
  • Mata merah dan berair (konjungtivitis)
  • Ruam di kulit
BACA JUGA  Kemenkes Waspadai Campak di Pengungsian Bencana

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Campak dapat memicu komplikasi kesehatan, khususnya pada anak kecil. Beberapa komplikasi umum adalah infeksi telinga dan diare. Komplikasi serius meliputi pneumonia dan ensefalitis (radang otak) yang bisa berakibat fatal.

Siapa pun yang belum memiliki perlindungan melalui vaksinasi berisiko terkena campak.

Penyebaran Campak

Virus campak menular lewat udara saat penderita batuk atau bersin. Seseorang bisa tertular hanya dengan berada di ruangan yang sebelumnya ditempati penderita, bahkan hingga 2 jam setelah orang tersebut pergi.

Pencegahan dengan Vaksin

Vaksin MMR merupakan perlindungan paling efektif. Dua dosis vaksin ini terbukti 97% efektif mencegah campak, sementara satu dosis memberikan perlindungan sekitar 93%.

BACA JUGA  Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

Tenaga kesehatan menyarankan vaksinasi MMR sejak dini, dan sangat penting dilakukan terutama bagi mereka yang berencana bepergian ke luar negeri. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

HINGGA saat ini masih banyak terjadi kekerasan di lingkungan kampus, baik yang dilaporkan maupun tidak dilaporkan. Untuk mewujudkan lingkungan akademik yang aman dan inklusif tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga…

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari