
SEBANYAK 72 prajurit siswa (Prasis) Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier (Semaba PK) Wanita TNI Angkatan Udara (WARA TNI AU) Angkatan 55 mengikuti latihan berganda di sejumlah lokasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Latihan berganda ini dibuka secara resmi oleh Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko, di Lapangan Dewi Sartika Skadron Pendidikan (Skadik) 401, Kaliurang, Sleman, Jumat (25/7).
Skadron Pendidikan 400/401 berada di bawah Lanud Adi Soemarmo dan bermarkas di Kaliurang, DIY.
Marsma TNI Bambang menyampaikan, latihan berganda merupakan bagian integral dari proses pembinaan dan pengembangan karier para prajurit siswa, baik pria maupun wanita.
“Latihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam berbagai aspek keahlian yang akan sangat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit TNI AU,” ujar Bambang, Senin (28/7).
Latihan dilaksanakan selama enam hari, dengan fokus utama di wilayah Gunungkidul yang dinilai memiliki karakteristik medan yang menantang dan sesuai untuk pelatihan fisik serta mental.
“Para siswa akan dihadapkan pada beragam situasi lapangan yang mencerminkan kondisi nyata di medan tugas saat mereka sudah aktif bertugas sebagai anggota TNI AU,” tambahnya.
Komandan Lanud Adi Soemarmo juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti latihan dengan semangat, dedikasi, dan disiplin tinggi, serta menjaga integritas sebagai prajurit.
WARA TNI AU Latihan Jurit Tangkas dan Navigasi Lapangan
Salah satu materi utama yang dijalani prajurit siswa adalah Jurit Tangkas (Jurkas) yang dilaksanakan di kawasan Argo Wijil, Wonosari. Latihan ini bertujuan mengasah ketahanan fisik, keterampilan, dan ketangguhan mental.
Komandan Skadik 401, Letkol Kes Deby Nataliana, menjelaskan bahwa Jurkas merupakan latihan yang esensial dalam membentuk prajurit yang siap menghadapi berbagai tantangan operasional di lapangan.
Selain itu, peserta juga mengikuti pelatihan Ilmu Medan, Peta, dan Kompas (IMPK) di wilayah Gatak Gori, Wonosari, pada Minggu (26/7). IMPK merupakan dasar navigasi medan menggunakan peta, kompas, dan GPS, guna membantu prajurit menentukan posisi dan arah perjalanan di berbagai kondisi geografis.
“Pengetahuan tentang medan merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap prajurit, termasuk prajurit wanita,” tegas Letkol Deby.
Latihan berganda ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan para WARA TNI AU agar tangguh, terampil, dan siap menghadapi tantangan di medan tugas sesungguhnya. (AGT/S-01)







