
SEBANYAK 340 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi Program Magang ke Jepang tahun 2025 yang digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Senin (21/7).
Para peserta datang dari 12 provinsi, termasuk Jawa Tengah, Jambi, Riau, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Mereka mengikuti seleksi dengan harapan dapat menembus program magang ke Negeri Sakura dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Saya ingin bantu ekonomi keluarga. Orang tua saya buruh bangunan dan tani,” kata Fajri, peserta asal Kebumen yang merupakan anak sulung dari empat bersaudara.
Lain halnya dengan Yulianto asal Blora, yang sudah memiliki pengalaman bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi modal untuk lolos seleksi.
“Sudah lama saya ingin kerja langsung di Jepang. Semoga bisa lolos,” ucapnya.
Sementara itu, Faiz dari Demak termotivasi mengikuti program ini setelah mendengar kisah perjuangan ibunya sebagai pekerja migran di Hongkong.
“Katanya kerja di Jepang ilmunya banyak, gajinya juga besar. Bisa jadi bekal pulang nanti,” ujarnya.
Seleksi Ketat Selama Lima Hari
Seleksi yang dibuka secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini akan berlangsung selama lima hari. Materi seleksi mencakup tes matematika dasar, tes kesamaptaan, wawancara, pemeriksaan kesehatan, hingga pelatihan pra-pemberangkatan.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa seleksi tidak berbasis kuota, melainkan pada kemampuan dan kelulusan standar.
“Kalau semua memenuhi standar, semua bisa berangkat. Jadi manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tegas Sumarno.
Program Magang ke Jepang ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dan IM Japan. Sejak diluncurkan pada 1993, program ini telah memberangkatkan lebih dari 60.000 tenaga kerja Indonesia ke Jepang.
Jawa Tengah sendiri menjadi salah satu provinsi pengirim terbanyak dan sekaligus pusat seleksi nasional setiap tahunnya. (Htm/S-01)







