Mahasiswa UGM dan Unram Gelar KKN di Kaki Gunung Rinjani

SEBANYAK 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada akan bergabung dengan tim mahasiswa Universitas Mataram, menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Tim KKN-PPM UGM terdiri dari 30 mahasiswa yang akan terbagi di dua desa, yakni 15 mahasiswa akan bertempat di Desa Senaru, dan 15 lainnya di Desa Bayan. Mereka, akan melaksanakan ratusan program kerja dengan mengusung tema Optimalisasi ekowisata dan pemberdayaan desa digital.

“Dengan semangat gotong royong, kedua universitas akan bergabung untuk mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal dan keberlanjutan lingkungan,” kata Adi Arrasyid sebagai Koordinator Mahasiswa KKN PPM UGM, Rabu (19/6).

BACA JUGA  Pemerintah Perlu Data Akurat Potensi Geothermal di Indonesia

Kerja sama

Ia mengatakan kolaborasi antara Tim KKN-PPM UGM Lembaran Bayan dan Universitas Mataram mulai terjalin sejak awal Juni 2025, diawali dengan inisiatif pihak Unram menghubungi tim UGM untuk menggali potensi kerja sama di Desa Senaru.

Sebelumnya, Tim KKN-PPM UGM juga telah berkoordinasi dengan perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Utara. Koordinasi ini bertujuan membahas kesiapan pelaksanaan program serta penyambutan kedatangan tim mahasiswa di lokasi KKN.

“Sinergi antara pihak universitas dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan program sekaligus memperkuat dampaknya di masyarakat,” ujarnya.

Adi menyebutkan, kegiatan KKN akan dimulai pada 20 Juni 2025, setelah pelaksanaan upacara penerjunan serentak Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode 2 di bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Lukman Awaludin, S.Si, M.Sc.

BACA JUGA  100 Peserta dari 15 Negara Ikuti Kursus Singkat Agrikultur di UGM

Potensi ekowisata

Lukman Awaludin menuturkan, pemilihan Desa Senaru dan Desa Bayan sebagai lokasi KKN dikarenakan memiliki potensi besar, baik di sektor ekowisata, pertanian, maupun pengembangan desa digital.

“Dalam pelaksanaannya, tim akan berfokus pada pendekatan partisipatif dan berkelanjutan yang mengedepankan kearifan lokal serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Lukman mengharapkan melalui KKN Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat desa, tetapi juga menjadi contoh praktik baik pengabdian lintas kampus yang berdampak luas. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Bagikan Beras Tiga Ton

DALAM rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo membagikan bantuan sosial berupa tiga ton beras kepada masyarakat dan pengemudi…

Perluas Kesempatan Kerja, Disnaker Bandung Siapkan Tiga Strategi Baru

DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus membuat strategi untuk menekan angka pengangguran yang saat ini masih mencapai sekitar 99.300 orang. Di tengah tantangan ekonomi seperti tingginya inflasi, kenaikan nilai tukar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penalti Tielemans pada Perpanjangan Waktu Loloskan Belgia ke 16 Besar

  • July 2, 2026
Penalti Tielemans pada Perpanjangan Waktu Loloskan Belgia ke 16 Besar

Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

  • July 2, 2026
Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

  • July 2, 2026
Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

  • July 2, 2026
PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

  • July 2, 2026
Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

  • July 1, 2026
Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur