Instiper Wisuda 312 Sarjana , 20% Wisudawan Sudah Bekerja

INSTITUT Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta menggelar wisuda, Sabtu (31/5). Tercatat kali ini Instiper mewisuda 331 lulusan yang terdiri dari 19 lulusan Program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan dan 312 lulusan Program Sarjana.

Rektor Instiper Harsawardnana mengatakan lulusan kampus yang dipimpinnya selama ini dikenal cepat terserap ke dunia kerja.

“Rata-rata waktu tunggu lulusan Instiper Yogyakarta kurang dari 6 bulan setelah lulus,” kata Harsa.

Bahkan dalam wisuda kali ini tercatat 20% lulusan Program Sarjana sudah diterima bekerja sebelum 1 bulan mereka dinyatakan lulus atau sesaat setelah yudisium.

Harsawardana menambahkan dalam wisuda kali ini sebanyak 145 lulusan atau 34% yang mendapat predikat cumlaude.

“80 orang diantaranya adalah penerima bea siswa dari berbagai perusahaan mitra dan bea siswa dari Oemkab Nias Selatan,” imbuhnya

BACA JUGA  Kantor SAR Yogyakarta Bantu Korban Terjepit Bodi Truk

Hal ini, jelasnya tidak terlepas dari adaptasi pendidikan perguruan tinggi tersebut dengan perkembangan teknologi terbaru, selalu menyesuaikan dengan kebtlutuhan dunia kerja dan industri.

Salah satu wisudawan Armin Dwi Rifai yang lulus dengan IPK 3,92 dari Fakultas Pertanian menyampaikan terima kasih atas pendidikan yang diberikan oleh para dosen.

Armin  kini sudah diterima di PT Musim Mas. “Saya bangga dengan menjadi lulusan Instiper,” katanya.

Human Capital and OSM Group Department Head PT Bumitama Gunajaya Agro, Agus Sutrisno mengatakan perguruan tinggi pertanian itu selalu meluluskan SDM yang siap memasuki dunia kerja.

“Kemampuan lulusan baru seperti ini belum tentu dipunyai oleh lulusan petguruan tinggi lainnya,” katanya. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Aktivitas Masyarakat Berperan Rusak Plengkung Kraton Yogyakarta

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kepala SPPG Jayapura Resmi Dicopot usai Insiden Keracunan Menu MBG

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengaku telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayapura, Papua, menyusul keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Hal…

Menkes Minta para Nakes Lebih Punya Rasa Empati pada Pasien

AKSI nirempati sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terhadap seorang pasien BPJS benar-benar tidak bisa diterima. Pasalnya, mereka merupakan pelayan masyarakat yang seharusnya bisa bersikap baik, terutama kepada mereka yang tengah sakit.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Diduga Mangkir usai Mutasi, Camat Parmonangan Laporkan Seorang ASN ke BKPSDM

  • August 7, 2026
Diduga Mangkir usai Mutasi, Camat Parmonangan Laporkan Seorang ASN ke BKPSDM

Hepatitis Kerap Didengar tetapi Masih Disalahpahami

  • August 7, 2026
Hepatitis Kerap Didengar tetapi Masih Disalahpahami

Sambut HUT RI, KAI Logistik  Hadirkan Promo ‘Merdeka Ongkir’

  • August 7, 2026
Sambut HUT RI, KAI Logistik  Hadirkan Promo ‘Merdeka Ongkir’

HUT ke-50 Bahlil Lahaladia Dirayakan DPD Partai Golkar Cianjur dengan Santunan Anak Yatim

  • August 7, 2026
HUT ke-50 Bahlil Lahaladia Dirayakan DPD Partai Golkar Cianjur dengan Santunan Anak Yatim

Cing Abdel Bagikan Kebanggaan Anaknya Diterima ITB 

  • August 7, 2026
Cing Abdel Bagikan Kebanggaan Anaknya Diterima ITB 

Bekukan Izin Videotron, Wali Kota Selidiki Dugaan Pelanggaran Tata Ruang dan ASN

  • August 7, 2026
Bekukan Izin Videotron, Wali Kota Selidiki Dugaan Pelanggaran Tata Ruang dan ASN