BPBD Humbahas Buka Jalan Usaha Tani dan Salurkan Air Bersih

PEMERINTAH Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bergerak cepat membuka akses Jalan Usaha Tani (JUT) yang sempat terputus akibat longsor di Desa Hutasoit I, Kecamatan Lintongnihuta.

Selain itu, BPBD juga menyalurkan air bersih untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan warga.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Humbahas, Sabar Purba, mengatakan bahwa penanganan JUT merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Lahan pertanian adalah sumber utama penghidupan masyarakat. Ketika akses menuju lahan terputus, bukan hanya produksi yang terganggu, tetapi kesejahteraan warga ikut terancam,” ujar Sabar dalam pesan tertulis, Kamis (29/5).

BACA JUGA  Basuki Pastikan Air Minum Sudah Tersedia di IKN

Mobilitas petani

Ia menjelaskan, upaya pembukaan jalan dilakukan setelah menerima laporan dari warga terkait jalan tani yang tertutup longsor. Selama ini, petani terpaksa memutar lewat jalur alternatif yang lebih jauh, sehingga menambah beban biaya dan waktu tempuh.

“Dengan dibukanya kembali jalur ini, mobilitas petani dipastikan kembali lancar. Harapannya, produktivitas pertanian dapat meningkat,” imbuhnya.

Selain membuka akses jalan, BPBD juga mengerahkan armada tangki untuk menyuplai air bersih ke Desa Hutasoit I. Bantuan ini diberikan setelah pemerintah desa mengajukan permohonan resmi, menyusul berkurangnya pasokan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Respon cepat

Kepala Desa Hutasoit I, Liston Hutasoit, mengapresiasi respon cepat Pemkab Humbahas yang langsung menurunkan alat berat dan unit distribusi air.

BACA JUGA  Gunung Ibu Kembali Erupsi, Warga Diminta Mawas Diri

“Begitu kami melapor, alat berat segera dikirim ke lokasi. Jalan tani yang sebelumnya lumpuh total bisa dibuka dalam waktu singkat. Air bersih juga langsung disalurkan ke warga. Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Respons cepat BPBD dalam dua aspek aksesibilitas pertanian dan kebutuhan dasar warga menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dan instansi teknis dalam merespons situasi darurat berbasis kebutuhan nyata masyarakat. (Satu/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi memperkuat pencegahan dari hulu melalui 21 Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan, 21…

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan. “Tantangan terbesar yang dihadapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

  • September 25, 2026
SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java