TPUA Geruduk Fakultas Kehutanan UGM Terkait Ijazah Jokowi

TIM Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) bersama ratusan massa pendukung mendatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Selasa (15/4) menuntut penjelasan terkait ijazah Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Dalam aksinya itu.mereka meminta penjelasan terkait keabsahan ijazah sarjana Joko Widodo (Jokowi) yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan.

Menurut mereka Jokowi tidak memiliki ijazah sarjana dan yang dipegang selama ini adalah palsu.

Pihak Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Kehutanan UGM kemudian mempersilakan lima orang perwakilan TPUA untuk bertemu secara tertutup. TPUA hanya mengajukan tiga orang, yakni Roy Suryo, Rismon dan dr. Tifa.

Dalam pertemuan tersebut, Fakultas Kehutanan menyodorkan skripsi yang disusun Joko Widodo serta pembanding dari skripsi teman-teman seangkatan Joko Widodo.

BACA JUGA  PN Sleman Bacakan Putusan Sela Gugatan Ijazah Jokowi Hari ini

Sedangkan terkait dengan ijazah, Universitas Gadjah Mada tidak dapat menyodorkan.

Usai pertemuan, Roy Suryo mengaku kecewa karena UGM tidak bisa menyodorkan seperti yang mereka minta dengan berbagai alasan.

“Bahkan sempat ada nada tinggi dan saya akan walk out, namun saya urungkan, kata Roy Suryo.

Kekecewaan juga disampaikan mantan Ketua MPR sekaligus pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais.  Ia  kemudian mengajak massa untuk mendatangi kediaman Joko Widodo untuk meminta yang bersangkutan menunjukkan ijazah aslinya. “Hari Rabu kita datangi rumah Jokowi,” katanya.

Di tempat terpisah Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Andi Sandi Antonius Tabisassa Tonralipu menegaskan, UGM siap buka-bukaan jika di forum yang tepat di antaranya di pengadilan.

BACA JUGA  Majelis Hakim PN Sleman Tolak Penggugat Intervensi

“Ada data-data baik milik mahasiswa maupun alumni yang tetap harus dilindungi dan hanya atas perintah pengadilan bisa dibuka,” katanya.

Namun demikian ujarnya UGM memastikan bahwa Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Jokowi telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak tahun 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan diwisuda pada tanggal 5 November 1985.

“UGM tidak terkait konflik kepentingan antara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dan Joko Widodo,” kata Andi Sandi.

UGM sebagai institusi publik melaksanakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia terikat dengan Peraturan Perundang-undangan berkaitan dengan perlindungan data pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik.

“Oleh sebab itu UGM hanya bersedia menunjukkan data yang bersifat publik sedangkan data yang bersifat pribadi hanya akan diberikan jika diminta secara resmi oleh aparat penegak huku,” ujarnya. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Universitas Gadjah Mada Jadikan IKN Sebagai Living Laboratory

Siswantini Suryandari

Related Posts

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

KEPALA Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan pengiriman 100 personel TNI AL ke Italia untuk mengawaki kapal induk Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan ke Indonesia. Personel itu terdiri dari…

Negara Dinilai belum Akui dan Lindungi Hak Masyarakat Adat

DPR RI secara resmi memasukkan RUU Masyarakat Adat ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2026. Namun para akademisi mendesak agar pembahasan RUU Masyarakat Adat ini melibatkan pimpinan masyarakat,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

  • June 28, 2026
Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan