
HARI Raya Nyepi adalah perayaan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu, khususnya di Bali. Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 akan diperingati pada tanggal 29-30 Maret 2025.
Tidak seperti perayaan tahun baru pada umumnya yang identik dengan pesta dan kemeriahan, Nyepi justru dirayakan dengan penuh keheningan.
Makna Hari Raya Nyepi
Nyepi memiliki makna yang dalam bagi umat Hindu, yaitu:
- Menyucikan Diri – Nyepi adalah momen untuk melakukan introspeksi, membersihkan diri dari dosa dan hal-hal negatif agar siap memulai tahun baru dengan hati yang suci.
- Mengendalikan Diri – Melalui berbagai pantangan (Catur Brata Penyepian), umat Hindu belajar mengendalikan hawa nafsu, mengurangi keterikatan pada dunia luar, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
- Harmoni dengan Alam – Selama Nyepi, aktivitas manusia dihentikan untuk memberi kesempatan kepada alam beristirahat, mencerminkan keseimbangan antara manusia dan lingkungan.
- Ketenangan dan Perdamaian – Keheningan selama Nyepi mengajarkan arti pentingnya ketenangan batin dan kedamaian dalam kehidupan.
Catur Brata Penyepian
Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu empat larangan utama:
- Amati Geni – Tidak menyalakan api atau listrik (termasuk tidak memasak).
- Amati Karya – Tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik.
- Amati Lelungan – Tidak bepergian atau keluar rumah.
- Amati Lelanguan – Tidak bersenang-senang atau melakukan hiburan.
Selama Nyepi, Bali menjadi sunyi total. Bandara ditutup, jalanan kosong, dan semua aktivitas dihentikan. Hal ini menjadikan Bali sebagai satu-satunya tempat di dunia yang benar-benar “beristirahat” selama sehari penuh. (*/S-01)







