Pemerintah akan Relokasi Warga Kolong Jembatan Pasupati

UNTUK meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pemerintah akan merelokasi warga yang tinggal di bawah jembatan dan kawasan tidak layak lainnya. Salah satu wilayah yang menjadi fokus yakni di kolong jembatan Prof. Mochtar Kusumaatmadja atau yang dikenal dengan Flyover Pasupati, Bandung, Jawa Barat.

Untuk diketahui di kolong jembatan itu saat ini tinggal sekitar 100 kepala keluarga (KK), dengan rincian 33 kepala keluarga (KK) dari Kota Bandung, 50 KK berasal dari Kabupaten Bandung dan 17 KK dari Kota Cimahi.

Saat meninjau lokasi itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan bahwa Program Penanganan PPKS melalui fasilitasi Rusunawa dan Pemberdayaan Ekonomi tidak hanya memberikan hunian baru, tetapi juga memberdayakan warga yang direlokasi. Pemerintah menyiapkan 116

BACA JUGA  Pemkot Bandung Berkomitmen Atasi Masalah Sampah

hunian di Kecamatan Rancaekek dan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, lengkap dengan rencana pemberdayaan ekonomi serta fasilitas pendukung lainnya.

“Ini adalah upaya untuk memastikan warga tidak hanya dipindahkan, tetapi benar-benar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Juga nantinya ada fasilitas sosial. Lahan baru tersebut dirancang untuk dilengkapi dengan taman bacaan, tempat belajar dan area bermain anak-anak,” jelas Maruarar.

Harapan baru

Menurut Maruarar, pemerintah ingin relokasi ini bukan hanya proyek satu kali, tetapi menjadi bagian dari program berkelanjutan yang berbasis aspirasi warga, termasuk anak-anak. Ini langkah konkret untuk menjadikan mereka tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang. Program relokasi ini dirancang untuk menjawab permasalahan mendasar yang dihadapi warga di kawasan tidak layak.

BACA JUGA  Kementan Bantu 10 Unit Pompa untuk Pertanian di Bandung

“Melalui relokasi ini akan memberikan mereka harapan baru, dengan tempat tinggal yang lebih layak dan sehat,” papar Maruarar.

Status kependudukan

Sementara itu Penjabat Wali Kota Bandung A. Koswara mengatakan, pihaknya siap mendukung program itu. Apalagi semua itu demi kesejahteraan masyarakat di kota Bandung.

“Pemerintah akan memastikan keabsahan status kependudukan bagi semua warga yang direlokasi, dengan melakukan analisis faktual untuk memastikan bahwa mereka yang tinggal di sini benar-benar menetap dan tidak sekadar tinggal sementara. Kami juga akan memberikan fasilitasi kependudukan dan memastikan mereka tidak terjebak masalah administrasi,” terang Koswara.

Koswara menambahkan, bantuan akan diberikan untuk jangka waktu 1 hingga 1,5 tahun, dengan pembebasan biaya sewa selama enam bulan pertama. Setelah itu, mereka akan diberi kesempatan untuk mandiri secara ekonomi, termasuk melalui peluang wirausaha dan akses modal. Pemerintah akan terus memonitor kebutuhan dasar warga pasca-relokasi, seperti pendidikan dan kesehatan, serta mendorong integrasi berbagai pemangku kepentingan. (Rava/N-01)

BACA JUGA  Paslon Farhan-Erwin Mulai Sosialisasikan Program

Dimitry Ramadan

Related Posts

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

POLDA Jawa Tengah terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026 untuk mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara. Upaya tersebut diwujudkan…

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti dilema dan ketidakadilan yang dihadapi insan pers di tengah perkembangan media sosial. Di satu sisi, jurnalis dituntut menjunjung tinggi etika, kebenaran, dan independensi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

  • October 29, 2026
Cegah Tabrak Belakang, Polda Jateng Tempeli Truk Stiker Reflektif

Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

  • October 29, 2026
Dilema Pers di Mata KDM; antara Biaya Produksi dan Kebebasan Tanpa Etika

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

  • October 29, 2026
Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

  • October 29, 2026
GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa