
BERBEDA dengan hari biasanya, pagi itu GOR Saparua di Kota Bandung terlihat dipadati warga. Mereka rela antre untuk menukarkan uang untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.
Meski antrean terlihat panjang, suasana terlihat tertib. Warga datang sesuai jadwal yang sudah mereka “rebutkan” sebelumnya melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).
Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) membuat uang pecahan rupiah selalu diburu setiap tahun. Namun kini, perjuangan tak lagi sekadar berdiri lama di antrean fisik, melainkan lebih dulu “war” secara daring demi mendapatkan slot penukaran.
Alokasi terus meningkat
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, (Jabar) Muhamad Nur Rabu (25/2) menyampaikan bahwa kebutuhan uang Rupiah untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 di Jabar mencapai Rp16,7 triliun.
“Rinciannya Rp10,29 triliun untuk BI Jawa Barat, Rp2,55 triliun untuk BI
Tasikmalaya, dan Rp3,89 triliun untuk BI Cirebon. Alokasi ini meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bentuk komitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi hari raya dengan tenang dan nyaman,” ungkapnya
Menurut Nur untuk mendekatkan layanan, BI bersama perbankan menyediakan 359 titik layanan penukaran di 27 kabupaten/kota. Seluruh pemesanan dilakukan melalui aplikasi PINTAR guna memastikan proses yang tertib dan transparan.
Sementara itu Titin warga Kiaracondong menceritakan pengalamannya saat berburu jadwal penukaran pada batch pertama yang dibuka 13 Februari lalu.
“War nya terlalu susah, rebutan jadi pakai link, untung kebagian,” keluhnya yang juga ikut antre.
Menariknya, Titin dan suaminya sama-sama mendapatkan kuota, tetapi di lokasi berbeda. “Saya kebagian di Gor Saparua, kalau suami beda jadwal dan lokasi kebagian di Masjid Al-Jabbar,” imbuhnya.
Titin mengakui tahun ini sistem terasa lebih lancar dibandingkan sebelumnya. “Kalau tahun ini lancar, kecuali tahun kemarin. Tahun kemarin banyak error-nya. Kalau tahun sekarang alhamdulillah lancar langsung,” tandasnya.
Cukup efektif
Menurut Titin, sistem berbasis jadwal cukup efektif, terlebih di bulan puasa dan tidak harus berdesak-desakan juga. “Biasanya kan kalau ke bank kita rebutan, kalau bahasa kasarnya banyak orang dalamnya. Kalau sekarang ke sini mah lebih tertata,” tuturnya.
Hal serupa diungkapkan usep warga Sarijadi yang mengaku harus bersabar saat pendaftaran daring dibuka.
“Untuk awal-awal sulit, karena harus menunggu beberapa waktu, bahkan
hitungan jam. Saya sempat masuk, kemudian error, kemudian masuk lagi,
tapi alhamdulillah dapat pemberitahuan,” paparnya.
Usep berencana menukar Rp4.300.000 untuk kebutuhan lebaran. Untuk kebutuhan lebaran dan untuk dibagikan saat lebaran kepada keponakan, keluarga dan juga tetangga terdekat yang datang ke rumah di hari raya.(zahra/N-01)







