
PERSIB U18 harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan tuan rumah Garuda United pada gim ketiga Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Stadion Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (10/10).
Hasil 0-0 tersebut tidak memuaskan pelatih Persib U18, Tito Agung Setiawan. Meski mampu mengamankan poin dalam laga tandang, performa Maung Ngora dinilai belum sesuai harapan, terutama kebugaran pemain yang belum optimal.
Tito mengakui masih banyak aspek permainan yang perlu dibenahi. Ia secara khusus menyoroti kebugaran pemain yang dinilai memengaruhi kualitas penampilan tim di lapangan.
“Melihat performa anak-anak, saya kurang puas. Banyak yang perlu dibenahi, tapi menurut saya, hal utamanya adalah level kebugaran yang membuat mereka tampil tidak sesuai harapan,” ungkap Tito seusai pertandingan.
Latihan ringan
Persoalan fisik, kata Tito menjadi perhatian tim pelatih selama menjalani rangkaian pertandingan tandang di Solo. Sebelum menghadapi Garuda United, Persib U18 telah menggelar dua sesi latihan ringan untuk menjaga kebugaran sekaligus mempertahankan sentuhan pemain.
Upaya tersebut dilakukan setelah Maung Ngora menempuh perjalanan darat sekitar delapan jam dari Bandung dan tiba di Solo pada Jumat (9/10) dini hari. Tim kemudian menjalani latihan ringan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan.
Selain kebugaran, adaptasi terhadap kondisi lapangan juga masuk dalam catatan evaluasi Tito. Ia menilai para pemain membutuhkan waktu untuk mengenali karakter lapangan.
“Kami berlatih ringan di pelataran hotel jadi ini juga akan menjadi catatan. Mungkin ke depan, kami akan melakukan familiarisasi lapangan karena terlihat, anak-anak juga cukup kaget dengan kondisi lapangan,” paparnya.
Masih jadi PR
Hasil imbang tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Persib U18 sebelum menjalani laga keempat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10).
Tito berharap timnya segera membenahi kekurangan, meningkatkan kebugaran, dan beradaptasi lebih baik dengan kondisi lapangan. Perbaikan tersebut dibutuhkan agar Maung Ngora mampu menunjukkan performa yang lebih kompetitif pada pertandingan berikutnya. (zahra/M-01)








