
PADATNYA jadwal pertandingan tim nasional Indonesia hingga beberapa bulan ke depan membuat pelatih timnas John Herdman harus membagi dua skuatnya saat ini. Kedua tim itu nantinya menjadi ajang seleksi untuk menghadapi Piala Asia.
Untuk diketahui, Timnas akan menghadapi dua agenda terdekat, yaitu FIFA Match Day pada bulan ini dan Piala ASEAN pada akhir Juli.
Di FIFA Match Day, skuat Garuda akan melawan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Untuk kedua laga itu Herdman akan mengandalkan para pemain Indonesia yang bermain di Eropa, seperti Emil Audero, Justin Hubner, Kevin Diks, hingga Maarten Paes.
Sementara untuk Piala ASEAN, dulunya bernama Piala AFF, yang mulai digelar akhir Juli, Herdman akan menggunakan pemain lokal yang bermain di kompetisi Super League dan liga-liga di Asia Tenggara.
Bukan kalender FIFA
“Kesempatan bagi pemain Eropa untuk bergabung (di Piala AFF) sebenarnya ada, tetapi klub mereka tidak akan mengizinkan. Saya punya pengalaman di CONCACAF dengan turnamen pada periode seperti ini, dan aturan FIFA tetap aturan FIFA. Jadi kami akan menggunakan pemain domestik, dan itu penting bagi saya karena target utama kami adalah Piala Dunia dan Piala Asia 2027,” kata Herdman.
Di Piala ASEAN, Indonesia memulai persaingan dari Grup A dengan melawan Singapura, Vietnam, Kamboja, dan Brunei Darussalam/Timor Leste.
Menurut Herdman, jelang Piala ASEAN dia akan mengadakan semacam mini pramusim yang diisi para pemain terbaik dari TC bulan Mei dan ditambah beberapa pemain baru. Setelah itu, skuad final untuk Piala ASEAN akan diumumkan.
“Kami punya periode pada Mei selama enam hari. Kami menyebutnya assessment and development camp. Kenapa assessment? Karena para pemain ini bersaing untuk dipanggil lagi pada Juli. Mereka harus tampil bagus, tidak peduli apakah mereka sudah pernah membela Indonesia atau pemain top liga, mereka tetap harus tampil baik,” jelas dia.
Piala Asia jadi muara
Dari Piala ASEAN, penampil terbaik dari turnamen ini akan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke turnamen yang lebih besar, Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi mulai Januari tahun depan.
“Jadi tiga periode ini sangat penting untuk mengetahui siapa pemain domestik dan Eropa terbaik sebelum membentuk skuad Piala Asia. Karena pada November saya tidak lagi berada dalam fase seleksi. Pada November saya sudah harus tahu siapa 26 pemain terbaik untuk persiapan Piala Asia. Jadi dua-tiga periode ini sangat krusial,” kata Herdman.
Identitas taktis
Menurut PSSI, keputusan Herdman mengandalkan pemain domestik di Piala ASEAN 2026 berimplikasi strategis luas terhadap pengembangan timnas. Pertama, membangun identitas taktis yang konsisten tanpa harus menyesuaikan dengan gaya para pemain diaspora yang memiliki gaya bermain berbeda.
Kedua, dengan memberikan kesempatan bermain di level internasional, Herdman membuat pemain lokal merasa dihargai dan memiliki peluang karier yang jelas. Dan ketiga, strategi ini sejalan dengan filosofi pembinaan jangka panjang yang telah Herdman terapkan sejak awal periode kepemimpinannya.
“Dengan fokus pada pemain lokal, Herdman dapat membangun generasi pemain yang solid dan stabil, yang akan menjadi tulang punggung timnas Indonesia untuk beberapa tahun ke depan,” ujar PSSI
Menurut PSSI, dengan fokus pada pemain lokal, Herdman dapat mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk membangun fondasi taktis yang kuat dalam jangka panjang, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain berbasis di klub-klub Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional. (*/M-01)






