
UNIVERSITAS Gadjah Mada segera membuka pendaftaran Jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) dan Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) bagi calon mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan. Program itu dibuka pada 14-29 April.
Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si, menjelaskan jalur ini disediakan untuk para calon mahasiswa baru UGM yang memiliki prestasi pada aspek akademik selama SMA. Pada jalur PBUB dibagi menjadi dua jenis prestasi, yaitu Seni dan Olahraga serta IPTEK.
Calon pendaftar yang memiliki prestasi di salah satu dari bidang tersebut, dapat mendaftar melalui jalur PBUB. Sementara, untuk jalur PBUTM diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi tetapi berasal dari latar belakang keluarga ekonomi yang kurang beruntung.
Bidang olahraga seni
Hempri Suyatna, menjelaskan lebih lanjut sertifikat yang dapat digunakan oleh calon pendaftar pada jalur PBUB di bidang olahraga seni minimal di tingkat provinsi. Pada tingkat provinsi, minimal raihan juara yang dimiliki adalah juara satu dan dua.
“Untuk tingkat nasional adalah juara satu sampai tiga, dan sementara untuk raihan prestasi pada tingkat internasional, dapat digunakan sertifikat juara satu hingga juara lima,” kata Hempri, Kamis (9/4).
Disebutkan sertifikat juara pada bidang olahraga dapat berasal dari kompetisi seperti Pekan Olahraga tingkat Daerah atau Nasional, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, SEA Games, Olimpiade, ataupun kejuaraan lomba lain.
Di atas minimal
Sementara PBUB pada bidang seni, diperuntukkan bagi para calon pendaftar yang pernah meraih lomba kesenian, seperti fotografer, teater, MTQ, paduan suara, karawitan, dan lainnya. Selain sertifikat, perlu dilampirkan bukti portofolio sebagai syarat seleksi pada jalur ini. Hempri menambahkan jika sertifikat juara tersebut harus disertai dengan nilai raport di atas minimal.
“Harus disertai dengan nilai-nilai pengetahuan dalam rapor tersebut yang di atas atau lebih sama dengan kriteria ketuntasan minimal,” terangnya.
Sementara untuk jalur PBUB di bidang IPTEK diperuntukkan bagi para calon pendaftar yang memiliki nilai raport 25% terbaik di kelasnya.
Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom, menjelaskan bahwa selain nilai raport yang unggul tersebut, para calon pendaftar PBUB bidang IPTEK wajib melampirkan prestasi IPTEK minimal juara satu tingkat provinsi. “Jadi syaratnya unggul dalam bidang akademik ditunjukkan dalam capaian nilai rapor,” terangnya.
Keterbatasan ekonomi
Sigit menerangkan jalur PBUTM didesain untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi calon pendaftar yang memiliki keterbatasan dari sisi ekonomi. Persyaratan dari jalur ini adalah wajib memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK), atau memiliki surat keterangan yang dicetak dari aplikasi data tunggal sosial ekonomi nasional.
Syarat selanjutnya adalah dilihat dari sisi pendapatan kotor orang tua atau wali penanggung biaya maksimal sebesar Rp4 juta.
Selain itu, orang tua calon pendaftar pendidikan maksimal setinggi-tingginya adalah sarjana. Tak hanya itu, sama seperti jalur PBU lain dan hal ini merupakan syarat mutlak dari jalur PBU, calon pendaftar harus merupakan bagian dari 25% siswa terbaik di kelas dan wajib memiliki prestasi minimal juara satu pada tingkat provinsi.
“Jadi tidak cukup hanya ditunjukkan oleh raportnya yang baik tetapi juga punya prestasi di lomba yang minimal juara satu provinsi,” ungkapnya.
Tes lanjutan
Diinformasikan untuk calon mahasiswa yang berhasil lolos di tahap administrasi pada jalur PBUB bidang olahraga dan seni, perlu mengikuti seleksi tahap berikutnya, berupa tes keterampilan, baik itu olahraga maupun seni.
“Jadi calon mahasiswa nanti akan diundang di UGM untuk melihat bagaimana kemampuan keterampilan yang dimiliki entah itu di bidang olahraga atau seni,” ujarnya. (AGT/M-01)








