
RATUSAN atlet dari berbagai negara disambut meriah oleh para penggemar di Stadion San Siro, Milan, dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, Jumat (6/2). Sejumlah seremoni pendukung juga berlangsung di kota-kota tuan rumah lainnya seperti Cortina, Livigno, serta kawasan pegunungan lain tempat pertandingan digelar.
Upacara pembukaan mengusung tema harmoni atau armonia dalam bahasa Italia, yang menonjolkan keindahan pegunungan Italia berpadu dengan gaya hidup modern Kota Milan.
Malam pembukaan dimeriahkan penampilan legenda pop Mariah Carey di awal acara, sementara tenor kenamaan Italia Andrea Bocelli menutup rangkaian pertunjukan.
Aktris Charlize Theron turut mengejutkan penonton dengan pesan perdamaian, sedangkan bintang serial The White Lotus, Sabrina Impacciatore, memimpin pertunjukan tari yang energik.
Sunghoon, idol K-pop ENHYPEN sekaligus mantan atlet figure skating berbakat yang pernah menjadi tim nasional cadangan Korea Selatan ikut pawai bawa obor.
Olimpiade Musim Dingin digelar dua minggu
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade, dua kaldron dinyalakan secara bersamaan pada akhir acara, masing-masing di Arco della Pace, Milan, dan Piazza Dibona, Cortina.
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry menyampaikan pesan menyentuh kepada para atlet. Peraih tujuh medali Olimpiade cabang renang asal Zimbabwe itu mengaku memahami betul perasaan para atlet yang berlaga.
“Saya tahu bagaimana rasanya, campuran antara kegembiraan dan kegugupan. Seluruh kerja keras seumur hidup, pagi yang sangat dini, hari-hari panjang, pengorbanan dan kegagalan, semuanya bermuara di momen ini. Ketika Anda menyadari bahwa inilah saatnya Anda telah sampai di sini,” ujarnya.
Semangat kemanusiaan
Coventry mengajak para atlet di seluruh kota tuan rumah untuk menikmati setiap detik pertandingan selama dua pekan ke depan. Ia juga menekankan bahwa Olimpiade bukan sekadar tentang prestasi, tetapi tentang semangat kemanusiaan.
“Karena melalui kalian, kami melihat versi terbaik dari diri kami sendiri. Kalian mengingatkan bahwa kita bisa berani, bisa saling menghormati, dan bangkit kembali tidak peduli seberapa keras kita terjatuh,” katanya.
Menurut Coventry, inilah alasan mengapa Olimpiade selalu dicintai banyak orang karena ajang ini menunjukkan kekuatan mimpi, perjuangan, serta kepedulian antar sesama. (*/S-01)









