
GUARD Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik NBA (MVP) untuk musim 2024-2025 pada Rabu (21/5). Ia mengungguli bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic, dalam perolehan suara.
Stasiun televisi TNT melaporkan bahwa Gilgeous-Alexander meraih 71 suara, sementara Jokic mendapat 29 suara. Jokic sendiri telah tiga kali meraih penghargaan MVP sebelumnya. Musim ini, Gilgeous-Alexander membalas kekalahannya musim lalu, di mana ia finis di posisi kedua di belakang Jokic.
Gilgeous-Alexander mencatatkan rata-rata 32,7 poin per game, terbanyak di liga, serta 6,4 assist dan 5 rebound per pertandingan. Ia juga mencetak hampir 52% akurasi tembakan dari lapangan, memimpin Thunder mencatatkan rekor terbaik NBA musim ini dengan 68 kemenangan dan selisih poin tertinggi dalam sejarah liga.
“Sepanjang musim, saya berusaha keras untuk tidak terlalu memikirkan MVP, fokus pada permainan dan terus berkembang,” ujar Gilgeous-Alexander kepada TNT.
“Tapi sebagai seorang kompetitor, dan anak kecil yang pernah bermimpi tentang ini, hal itu selalu ada di benak. Saya sangat bersyukur bisa berada di sisi penghargaan ini,” tambahnya.
Pemain berusia 26 tahun ini mencatat sejarah sebagai pemain pertama sejak James Harden (2018-19) yang memimpin liga dalam jumlah pertandingan dengan minimal:
- 20 poin: 75 pertandingan
- 30 poin: 49 pertandingan
- 40 poin: 13 pertandingan
- 50 poin: 4 pertandingan
Shai Gilgeous-Alexander raih penghargaan bergengsi
Satu-satunya pertandingan musim reguler di mana ia mencetak di bawah 20 poin adalah saat melawan San Antonio Spurs pada 30 Oktober 2024, dengan torehan 18 poin. Setelah itu, ia mencetak setidaknya 20 poin dalam 72 pertandingan berturut-turut, rekor terpanjang dalam satu musim sejak musim 1963-1964.
Kini, Gilgeous-Alexander masih berpeluang menyempurnakan musim gemilangnya dengan gelar juara NBA, setelah Thunder unggul 1-0 atas Minnesota Timberwolves di final Wilayah Barat.
Meski meraih penghargaan individu bergengsi, ia tak lupa memberi kredit kepada rekan-rekannya.
“Semua ini tidak mungkin tanpa tim di belakang saya. Jumlah kemenangan dan cara kami meraihnya sangat luar biasa, dan itu mungkin alasan utama saya bisa mendapat penghargaan ini,” pungkasnya. (*/S-01)









