
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun gudang logistik di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Hadirnya gudang logistik menjadi solusi untuk Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah sering mengalami kekeringan ekstrem menyebabkan tanaman pangan gagal panen.
Akibatnya warga di Kabupaten Puncak kerap mengalami kelaparan karena tidak ada pangan.
Pembangunan gudang logistik hingga Oktober ini sudah mencapai lebih dari 56 persen. Pembangunan sudah dimulai sejak Agustus lalu.
Gudang ini untuk menyimpan cadangan pangan sebagai antisipasi potensi gagal pangan akibat kekeringan atau cuaca ekstrem di Agandugume dan sekitarnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis mengatakan selain di Distrik Agandugume, pemerintah juga membangun gudang logistik di Distrik Sinak.
Pembangunan gudang di distrik itu telah rampung dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kepala BNPB Agustus lalu.
Dari laporan visual yang diterima oleh BNPB, perkembangan pembangunan gedung sekitar 56,36 persen ini memasuki tahap plesteran dinding.
Kemudian pemasangan kabel dan instalasi listrik, pemasangan plafon, kusen, dan panel EPS, hingga perbaikan landasan pacu udara atau runway setempat.
Gudang tersebut dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, dengan lebar bangunan 60 meter dan panjangnya 100 meter.
“Di lokasi ini, selain gudang logistik, dibangun juga bangunan pendukung, seperti pos keamanan, ruang kantor, fasilitas mess, dapur, dan gudang BMP,” kata Abdul Muhari.
Pembangunan gudang dikerjakan oleh personel TNI di bawah Satgas Konstruksi.
Mereka dibantu pengamanannya oleh Satgas Pengamanan di bawah komando Batalyon Infanteri 751/VJS sebanyak 135 personel.
Pembangunan gudang merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir dan berupaya mengantisipasi gagal panel dan potensi bencana cuaca ekstrem di Papua.
“Diharapkan gudang logistik ini dapat dimanfaatkan di Distrik Agandugume masyarakat di tiga distrik lainnya,” pungkasnya. (*/S-01)









