Gunung Merapi Alami 8 Kali Awan Panas dan 1.257 Gempa

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat periode pada 2 – 8 Januari terjadi 8 kali awan panas guguran dan 197 kali guguran lava serta 1.251 kali gempa.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa, Sabtu (10/1) mengatakan jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.

“Sementara guguran lava yang dapat teramati adalah 6 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.600 meter, 93 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 meter, 25 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 2.000 meter dan 73 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 meter,” katanya.

BACA JUGA  Frekuensi Gempa Menurun, Merapi Tetap Harus Diwaspadai

Kegempaannya, katanya sebanyak 8 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 2 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 505 kali gempa Fase Banyak (MP), 732 kali gempa Guguran (RF) dan 4 kali gempa Tektonik (TT) yang terekam oleh jaringan seismik yang terpasang di Gunung Merapi dan sekitarnya.

Perubahan morfologi

“Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya,” jelasnya.

Agus mengemukakan, teramati pula terjadinya perubahan morfologi, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk Kubah Tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi.

Berdasarkan analisis foto udara tanggal 13 Desember 2025, volume Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah berturut-turut adalah sebesar 4.171.800 meter kubik dan 2.368.800 meter kubik.

BACA JUGA  Guguran Lava Merapi Mulai Mengarah ke Hulu Sungai Batang

“Sepanjang periode pengamatan, Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dan dengan tinggi asap bervariasi dari 10 meter hingga 25 meter,” katanya.

Aktivitas erupsi efusif

Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. “Pada minggu ini, terjadi hujan di sekitar Puncak Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi terjadi pada tanggal 8 Januari 2026,” katanya.

Tercatat di Stasiun Pasarbubar sebesar 40,79 milimeter perjam selama 61 menit. Namun tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif dan status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA” atau Level III.

BACA JUGA  12 Barak Pengungsian Segera Diaktifkan BPBD Sleman

Ia menambahkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. (Agt/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang inovatif. Perusahaan yang berdiri sejak 1970-an itu menekankan bahwa strategi mengubah sampah menjadi…

Potensi Tsunami Berakhir, Satu Orang Jadi Korban Gempa Malut-Sulut

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi tsunami akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara (Malut)-Sulawesi Utara (Sulut) sudah berakhir. Meski begitu masyarakat diimbau tetap…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Electrik PLN Sukses Redam JPE di Laga Perdana Final Four Proliga

  • April 3, 2026
Electrik PLN Sukses Redam JPE di Laga Perdana Final Four Proliga

Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

  • April 2, 2026
Tjiwi Kimia Berkomitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

Bhayangkara Presisi Tancap Gas di Perdana Pembuka Final Four Proliga

  • April 2, 2026
Bhayangkara Presisi Tancap Gas di Perdana Pembuka Final Four Proliga

Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

  • April 2, 2026
Lima Prodi Teknik UPN Veteran Yogyakarta Catat Persaingan Ketat

Ribuan Perangkat Desa di DIY Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

  • April 2, 2026
Ribuan Perangkat Desa di DIY  Ucapkan Tanggap Warsa ke Sri Sultan

Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli

  • April 2, 2026
Pemkot Jamin Gaji Karyawan Bandung Zoo dengan Skema Tenaga Ahli