
BALAI Penyelidikan dan Penyembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan jumlah gempa Merapi pada 22-28 November 2024 lebih rendah dibanding pekan lalu.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa, Jumat menjelaskan selama sepekan terakhir tercatat gempa guguran atau RF sebanyak 1.265 kali, gempa fase banyak atau Multi Phase (MP) sebanyak 887 kali dan gempa tektonik sebanyak 3 kali.
“Pekan lalu pada kurun waktu yang sama tercatat gempa fase banyak mencapai 2.226 kali, sedangkan gempa guguran mencapai 1.116 kali. Kegempaan lainnya, Frekuensi Rendah atau Low Frequency 15 kali dan gempa Tektonik 8 kali,” katanya.
Sedangkan asap kawah yang tertinggi mencapai 150 meter dari puncak kawah yang terjadi pada Senin (25/11) pukul 06.25 WIB dan teramati di Pos Pengamatan Selo, Boyolali.
“Hujan tercatat tertinggi mencapai 70 milimeter per jam selama 200 menit. Ini tercatat di Pos Pengamatan Kaliurang,” imbuhnya.
Sedangkan kubah lava barat daya diketahui mencapai 3.177.100 meter kubik dan kubah tengah 2.631.800 meter kubik. (AGT/N-01)








