
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi meluncurkan Program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di SMP Negeri 5 Kota Bandung, Senin (4/8)
Menteri Kesehatan menyampaikan, program ini merupakan langkah awal yang penting untuk menjangkau sekitar 53 juta anak sekolah dari lebih dari 230 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.
“Jadi di sini kita mulai, cek kesehatan gratis untuk anak sekolah. Ini langkah penting karena anak-anak adalah fondasi masa depan,” tuturnya.
Program CKG dirancang dengan metode pemeriksaan menyeluruh yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Untuk tingkat SD sebanyak13 item pemeriksaan, SMP (15 item pemeriksaan), SMA (14 item pemeriksaan).
Dalam pelaksanaan awal di SMP Negeri 5 Bandung, Menkes mencontohkan hasil temuan awal dari 14 siswa yang diperiksa, sembilan di antaranya mengalami gangguan penglihatan.
“Kadang nilai anak-anak jelek bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka tidak bisa melihat dengan jelas. Kalau kita tahu lebih awal, kita bisa bantu mereka. Itulah pentingnya deteksi dini,” jelasnya.
Menkes mengungkapkan, secara nasional, masalah gigi dan anemia pada remaja putri menjadi temuan terbanyak dalam pelaksanaan CKG.
Anemia, khususnya pada perempuan, berisiko memicu komplikasi saat kehamilan dan bahkan menyebabkan stunting pada generasi berikutnya.
Sedangkan untuk gangguan mata, meningkatnya kasus akibat penggunaan gawai atau handphone yang berlebihan.
“Preventifnya ya kurangi lihat HP. Sekarang anak-anak terbiasa melihat dekat, padahal mata juga perlu melihat jauh. Harus seimbang,” tegasnya.
Budi juga mengingatkan pentingnya kunjungan rutin ke puskesmas terutama untuk pemeriksaan dan penanganan masalah gigi.
Gangguan seperti karang gigi dan gigi berlubang tidak hanya mengganggu makan, tapi juga dapat menyebabkan infeksi serius yang menyebar ke organ lain.
Cek kesehatan gratis anak sekolah songsong Indonesia Emas
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut hadir dalam peluncuran, menyambut baik program nasional ini dan menegaskan bahwa hasil data pemeriksaan akan menjadi basis kebijakan lintas sektor.
“Data ini akan dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan, lalu diteruskan ke Dinas Pendidikan, Dispora, Dinsos, dan DP3A. Semua harus terlibat,” imbuhnya.
Farhan juga mencontohkan, olahraga seperti bulu tangkis bisa menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget, sekaligus meningkatkan kebugaran fisik dan kesehatan mata. \\]
Ini bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus menjawab tantangan terhadap 69 indikator pelayanan publik yang ditetapkan pemerintah.
Program CKG dipandang sebagai pintu masuk strategis dalam membentuk generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan tangguh, sebagai bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, dinas teknis, hingga keluarga.
Program ini mempertegas bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan sektor medis. (Rava/S-01)







