Tessa Siswina Bantu Persalinan Ibu di Ketinggian 35 Ribu Kaki

BIDAN Tessa Siswina mendapat apresiasi Kementerian Kesehatan karena membantu persalinan seorang ibu di dalam pesawat Citilink rute Pontianak-Surabaya.

Peristiwa itu terjadi Selasa (11/3), ketika di dalam pesawat terjadi kehebohan di antara para penumpang. Dr Tessa yang saat itu duduk di kursi nomor 15 F awalnya tidak menyadari keributan di belakang.

Situasi darurat itu memaksa pilot mengumumkan diperlukan bantuan dari tenaga medis baik dokter atau bidan untuk membantu persalinan salah seorang penumpang Citilink.

“Saya tanya dengan ibu disamping saya, kenapa heboh di belakang? Apa ada yang mabok di belakang? Si ibu menjawab ada yang mau melahirkan,” ujar Tessa.

Tessa segera berdiri, dan ibu di sebelah bertanya apakah dirinya bisa menolongnya ibu yang mau melahirkan. “Bisa,” tegas Tessa.

BACA JUGA  Batik Air dan Citilink Pindah dari Halim ke Soetta per 1 Agustus

Kemudian Tessa melempar tas dan jam tangannya ke bawah kursi dan menghampiri pramugari sambil mengangkat tangan kirinya. “Dokter?,” ucap pramugari. Tessa pun menjawab dengan lantang, bidan.

“Kondisinya bagaimana?,” tanya Tessa saat melihat penumpang sedang dalam posisi berbaring di seat no 18. “Sudah pecah ketuban,” jawab pramugari.
“Berapa minggu? Tanya tesa kemudian, dan dijawab 33 minggu. “Ok bawa ke belakang,” jawab Tessa.

Penumpang akan melahirkan adalah RS asal Jawa Timur. Ia berangkat dari Pontianak ke Surabaya bersama anaknya yang masih balita. Suaminya bekerja di Malaysia.

Tessa Siswina ambil alih proses persalinan

Dalam situasi darurat ini, Tessa mengambil alih proses persalinan di lantai bagian belakang pesawat. Bayi terlahir selamat.

BACA JUGA  Kader PKK dan Bidan Diminta Bantu Ciptakan Keluarga Sehat

Pilot kemudian mengumumkan bahwa telah lahir bayi laki-laki pada ketinggian 35.000 kaki di atas permukaan laut.

Tessa yang saat itu masih berupaya mengeluarkan plasenta mengaku merinding saat mendengar pengumuman dari pilot.

Tessa beberapa kali bertanya kepada pramugari, berapa waktu lagi yang tersisa hingga landing. Sehingga dia bisa memperkirakan waktu agar proses persalinan bisa selesai sebelum landing.

Bayi yang baru lahir langsung digendong oleh penumpang lain karena sang ibu masih dalam kondisi pemulihan.

Dikutip dari laman Kemenkes, Dr Tessa adalah seorang dosen yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Padjadjaran tahun 2024.

Ia mendapat beasiswa tugas belajar dari Kementerian Kesehatan dalam waktu 2,5 tahun. Ia juga anggota Ikatan Bidan Indonesia.

BACA JUGA  Polda Yogyakarta Tangkap Dua Bidan Penjual Bayi

Tessa adalah dosen di Poltekkes Kemenkes Pontianak dan menjabat sebagai Ketua Bidang 5 di Kolegium Kebidanan. Ia juga  asessor LAMPTKes, dan Pengurus Daerah IBI Provinsi Kalimantan Barat.

Ia berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia kebidanan.Terutama dalam melatih generasi muda agar menjadi tenaga medis profesional yang berkualitas.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Yuli Farianti, menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan Menteri Kesehatan kepada Tessa merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menangani situasi darurat ini. (

Siswantini Suryandari

Related Posts

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

KAWASAN destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko menghadirkan liburan nyaman penuh makna untuk pengalaman wisata yang memadukan kekayaan warisan budaya, kreativitas seni, hingga aktivitas interaktif…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak