
JURNALIS Don Lemon didakwa dengan tuduhan konspirasi untuk merampas hak warga serta melanggar FACE Act, yakni undang-undang federal yang melarang tindakan menghalangi hak konstitusional seseorang, termasuk hak beribadah. Hal itu disampaikan juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
Lemon ditangkap agen federal di Los Angeles pada Kamis malam terkait peliputannya terhadap aksi protes anti-ICE (Immigration and Customs Enforcement) yang mengganggu kebaktian di sebuah gereja di Minnesota.
Menurut laporan The New York Times, Lemon didakwa melanggar hukum federal karena dianggap menghambat hak beribadah jemaat saat demonstrasi anti-ICE di Cities Church, Minneapolis, pada 18 Januari lalu.
Dalam pernyataan pada Jumat (30/1), Jaksa Agung AS Pam Bondi mengatakan, “Atas arahan saya, dini hari tadi agen federal menangkap Don Lemon, Trahern Jeen Crews, Georgia Fort, dan Jamael Lydell Lundy terkait serangan terkoordinasi terhadap Cities Church di St. Paul, Minnesota.”
Bondi kemudian merilis video yang menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan menindak siapa pun yang menghalangi orang lain untuk menjalankan ibadah.
Don Lemon menjalankan hak konstitusional
Kuasa hukum Lemon, Abbe Lowell, mengecam penangkapan tersebut dan menyebutnya sebagai pengalihan isu oleh pemerintahan Trump dari penyelidikan atas kematian Renee Good dan Alex Pretti, yang disebut tewas di tangan agen penegak imigrasi federal di Minneapolis.
Lowell menegaskan bahwa Lemon hanya menjalankan tugas jurnalistiknya dan menggunakan hak Amandemen Pertama sebagai reporter untuk mendokumentasikan demonstrasi di gereja tersebut.
“Don Lemon menjalankan hak konstitusionalnya sebagai jurnalis untuk mengungkap fakta dan meminta pertanggungjawaban pihak berwenang,” ujarnya.
Ditangkap saat meliput Grammy Award
Saat penangkapan terjadi, mantan penyiar CNN ini berada di Los Angeles untuk meliput ajang Grammy Awards akhir pekan ini. Ia sebelumnya menghadiri acara 2026 Recording Academy Honors pada Kamis (29/1) malam, hari yang sama ketika ia ditangkap.
Pemerintah federal sebelumnya berupaya mendakwa delapan orang terkait demonstrasi di Cities Church, termasuk Lemon. Namun, hakim magistrat hanya menyetujui dakwaan terhadap tiga orang, tidak termasuk Lemon. Pengadilan banding federal juga menolak permohonan Departemen Kehakiman untuk menerbitkan surat perintah tambahan. (*/S-01)








