
LEDAKAN hebat terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee di Iran selatan. Akibatnya puluhan orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Dikutip media lokal, ledakan terjadi pada Sabtu (26/4) dekat Selat Hormuz, yang dilalui seperlima dari produksi minyak dunia. Sementara itu, kantor berita IRNA melaporkan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh bahan kimia yang disimpan dengan tidak benar.
Namun menurut sebuah sumber yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa yang meledak adalah natrium perklorat, salah satu bahan utama dalam bahan bakar padat untuk rudal.
“Ada 1.139 permintaan bantuan medis,” kata perwakilan resmi pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani.
Pada bagian lain, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan hingga kini belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas.
“KBRI Tehran melaporkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan WNI menjadi korban ledakan tersebut,” kata Jubir Kemlu Rolliansyah Soemirat dalam keterangannya.
Saat ini, kata dia ada 385 WNI berada di Iran yang sebagian besar mahasiswa. Kebanyakan mereka di Qom dan Teheran.
“KBRI Tehran telah berkoordinasi dengan Otoritas di Iran dan komunitas WNI di berbagai wilayah di Iran untuk memastikan keselamatan mereka,” kata dia. (*/N-01)







