Kebijakan Perang Tarif Donald Trump Bisa Jadi Ancaman Ekonomi Global

KEBIJAKAN perang tarif dan keinginan pencaplokan wilayah negara lain yang dilontarkan Donlad Trump dapat mengganggu stabilitas ekonomi global dengan meningkatkan ketidakpastian perdagangan. Bahkan iklim investasi juga mungkin akan terganggu, karena investor cenderung menghindari risiko.

Perang tarif dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Karena, keanggotaan penuh Indonesia di BRICS berpotensi menaikkan nilai tawar Indonesia dalam menghadapi kebijakan proteksionis Amerika Serikat di masa pemerintahan kedua Trump.

Donald Trump yang akan dilantik 20 Januari mendatang, banyak melontarkan pernyataan yang mengusik masyarakat internasional. Mulai dari keinginannya untuk mencaplok Greenland yang saat ini menjadi bagian dari Denmark dengan ancaman akan mengenakan tarif yang lebih tinggi kepada Denmark jika mencegah Greenland bergabung dengan Amerika Serikat.

Donald Trump yang memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat melontarkan keinginannya untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat.

BACA JUGA  AS Serang Tiga Situs Nuklir Iran, Konflik Kawasan Bisa Meluas

Tekan aktivitas produksi

Tak hanya itu, Donald Trump juga melontarkan keinginannya yang akan menyebabkan terjadinya perang tarif. Kebijakan perang tarif yang akan dikenakan oleh Donald Trump itu berpotensi akan menekan aktivitas produksi di negara-negara produsen utama seperti Tiongkok, Meksiko, dan Kanada.

Kondisi tersebut bisa menghambat Indonesia untuk menuai manfaat dari keanggotaan BRICS atau kelompok dari negara-negara yang semula hanya beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

Adanya kebijakan perang tarif dapat mengganggu stabilitas ekonomi global dengan meningkatkan ketidakpastian perdagangan. Bahkan iklim investasi juga mungkin akan terganggu, karena investor cenderung menghindari risiko.

Perang tarif dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Karena, keanggotaan penuh Indonesia di BRICS berpotensi menaikkan nilai tawar Indonesia dalam menghadapi kebijakan proteksionis Amerika Serikat di masa pemerintahan kedua Trump.

BACA JUGA  Rudy Giuliani Patah Tulang Usai Kecelakaan di New Hampshire

Perkuat kerja sama

Untuk itu pemerintah Indonesia dapat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan para anggota BRICS lainnya sehingga bisa mengembangkan pasar lebih jauh. Bergabung dengan BRICS diharapkan bisa meningkatkan postur kekuatan dan daya saing Indonesia di kancah global.

Di sisi lain, kebijakan Trump tersebut juga berisiko pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena terganggunya aliran investasi dan perdagangan terganggu akibat perang tarif. Karena itu perlu adanya penguatan dasar-dasar ekonomi, termasuk menjaga tingkat inflasi dan meningkatkan cadangan devisa negara.

Ditambah lagi, kebijakan perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok, Meksiko, dan Kanada tentu akan memberikan peluang, tetapi juga terdapat adanya tantangan bagi ekonomi Indonesia.

BACA JUGA  Donald Trump Dilantik Sebagai Presiden AS 20 Januari 2025

Perlu inovasi

Jika tarif tinggi dikenakan pada produk Tiongkok, misalnya Indonesia dapat menawarkan alternatif produk. Namun, jika kebijakan Donald Trump membuat ekonomi global melambat, permintaan untuk produk alternatif itu juga bisa turun.

Inovasi adalah kata kunci untuk membuat produk Indonesia semakin berkualitas sehingga daya saing global juga meningkat. (AGT/N-01)

(Prof. Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada)

Dimitry Ramadan

Related Posts

KAI Logistik Berkomitmen Perkuat Ekosistem Logistik Energi Nasional

ANGKUTAN Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK) melalui layanan pra dan purna angkutan berbasis kereta api (KA) mencapai 2,1 juta ton hingga Agustus 2026. Volume tersebut meningkat…

Kemenpar Dorong Gastronomi Menjadi Daya Tarik Wisata

KEMENTERIAN Pariwisata terus berupaya agar gastronomi Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata berkualitas. Langkah tersebut ditengarai salah satunya dengan penyelenggaraan Program Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 yang diadakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

  • October 6, 2026
MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

  • October 6, 2026
UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

  • October 6, 2026
Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

  • October 6, 2026
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan